Turki: Kelompok Bersenjata Kurdi di Suriah Target Serangan yang Sah

Minggu, 04 Desember 2022 - 17:45 WIB
loading...
Turki: Kelompok Bersenjata...
Turki: Kelompok Bersenjata Kurdi di Suriah Target Serangan yang Sah
A A A
ANKARA - Turki kian meningkatkan serangan pada basis kelompok bersenjata Kurdi di Suriah . Juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin mengatakan kepada Al Jazeera, bahwa kelompok bersenjata Kurdi di Suriah adalah "target yang sah".

Kalin juga menuduh mereka mengeksploitasi hubungan dengan Amerika Serikat (AS) untuk membenarkan kehadiran mereka di sepanjang perbatasan Turki dengan Suriah. Kalin mengatakan, Ankara mengejar Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan cabang-cabangnya Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan kelompok Partai Persatuan Demokratik (PYD) untuk melindungi perbatasannya.

Baca: Pasukan Turki Siap Gelar Operasi Darat ke Suriah Utara

Ankara menyalahkan PKK, YPG yang dilarang, dan kelompok afiliasi mereka atas ledakan Istanbul 13 November serta serangan sebelumnya. PKK telah melancarkan pemberontakan bersenjata berdarah selama puluhan tahun untuk otonomi di tenggara Turki. Ankara, bersama dengan sekutu NATO-nya – AS dan Uni Eropa – telah menyatakan PKK sebagai organisasi “teroris”.

“Bagi kami, setiap dan semua PKK, PYD, YPG, elemen, pos, titik militer adalah target yang sah bagi kami,” kata Kalin saat wawancara dengan program Talk to Al Jazeera, baik di Suriah atau Turki.

“Mereka adalah target yang sah karena mereka adalah organisasi teroris,” lanjutnya. “Kami mengejar mereka untuk melindungi perbatasan kami. Kami tidak menargetkan tentara atau pos militer Rusia atau Amerika di Suriah atau di mana pun,” jelas Kalin.

Menurut Kalin, elemen PKK, PYD, dan YPG di masa lalu telah menggunakan bendera rezim Amerika dan Suriah untuk melindungi diri mereka sendiri. “Itu sendiri menunjukkan sejauh mana PYD dan YPG menggunakan aliansi mereka dengan Amerika Serikat untuk melegitimasi kehadiran mereka sendiri di Suriah utara,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
China Geram Dituduh...
China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump
Rekomendasi
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved