PM Pakistan Peringatkan 'Pertumpahan Darah' di Kashmir, PM India Bungkam

Sabtu, 28 September 2019 - 06:21 WIB
PM Pakistan Peringatkan...
PM Pakistan Peringatkan 'Pertumpahan Darah' di Kashmir, PM India Bungkam
A A A
NEW YORK - Perdana Menteri (PM) Pakistan, Imran Khan, mengecam mitranya dari India dan memperingatkan bahwa setiap perang diantara kedua kekuatan nuklir itu dapat memiliki konsekuensi bagi dunia.

"Ketika sebuah negara bersenjata nuklir bertempur sampai akhir, itu akan memiliki konsekuensi jauh melampaui perbatasan. Itu akan memiliki konsekuensi bagi dunia," ujar Khan dalam pidatonya di Majelis Umum PBB tanpa persiapan di mana ia menyebut tindakan PM India, Narendra Modi, di Kashmir bodoh dan kejam.

"Itu bukan ancaman," katanya tentang komentar perangnya. "Ini kekhawatiran yang adil. Kemana kita pergi?" tegasnya seperti dikutip dari New Zealand Herald, Sabtu (28/9/2019).

Hubungan India dan Pakistan memburuk setelah New Delhi mencabut status otonomi Kashmir pada 5 Agustus lalu. Pemerintahan nasionalis Hindu Modi kemudian memberlakukan jam malam militer besar-besaran dan mematikan komunikasi penduduk di wilayah mayoritas Muslim.

Khan mengatakan ada 900.000 pasukan India di wilayah itu yang mengawasi 8 juta warga Kashmir.

"Apa yang akan dia lakukan ketika dia mengangkat jam malam? Apakah dia pikir orang-orang Kashmir diam-diam akan menerima status quo?" Kata Khan.

"Apa yang akan terjadi ketika jam malam dicabut akan menjadi pertumpahan darah," sambungnya.

"Mereka akan keluar di jalan-jalan. Dan apa yang akan dilakukan para prajurit? Mereka (tentara) akan menembak mereka (warga). Kashmir akan diradikalisasi lebih lanjut," tuturnya.

Sementara itu, sebelumnya di tempat yang sama, Modi memperingatkan tentang penyebaran terorisme. Dia tidak pernah menyebut Kashmir secara langsung.

"Kami milik negara yang tidak memberi perang kepada dunia, tetapi pesan perdamaian dari Buddha. Dan itulah alasan mengapa suara kami menentang terorisme, untuk memperingatkan dunia tentang kejahatan ini. Berdering dengan keseriusan dan kemarahan," kata Modi.

Konflik India dan Pakistan mengenai Kashmir berawal pada akhir 1940-an, ketika mereka memenangkan kemerdekaan dari Inggris. Wilayah ini adalah salah satu wilayah yang paling termiliterisasi di dunia, dipatroli oleh tentara dan polisi paramiliter. Sebagian besar warga Kashmir membenci kehadiran pasukan India.
(ian)
Berita Terkait
India Jadikan Kashmir...
India Jadikan Kashmir sebagai 'Hotspot' Islamopobia Terbesar
India dan Pakistan Gelar...
India dan Pakistan Gelar Perundingan Rahasia Atasi Kebuntuan Kashmir
Anggota Kongres AS Ilhan...
Anggota Kongres AS Ilhan Omar Kunjungi Kashmir, India Mencak-mencak
Pakistan Tawarkan Solusi...
Pakistan Tawarkan Solusi pada India untuk Akhiri Konflik di Kashmir
Enam Tewas dalam Bentrokan...
Enam Tewas dalam Bentrokan Sengit India-Pakistan di Kashmir
Pakistan Klaim Tembak...
Pakistan Klaim Tembak Jatuh Quadcopter India
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
2 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
4 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
5 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
5 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
7 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
7 jam yang lalu
Infografis
Makan Daging Kambing...
Makan Daging Kambing Menyebabkan Darah Tinggi, Mitos Atau Fakta?
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved