Pence: AS Siap Tanggapi Serangan Iran

Rabu, 18 September 2019 - 10:23 WIB
Pence: AS Siap Tanggapi...
Pence: AS Siap Tanggapi Serangan Iran
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) "locked and loaded" atau telah bersiap untuk menanggapi serangan Iran di ladang minyak Arab Saudi. Hal itu diungkapkan Wakil Presiden AS Mike Pence.

"Segera setelah serangan tak berujung pekan ini terhadap beberapa fasilitas minyak di Arab Saudi, saya berjanji kepada Anda, kami siap," kata Pence, berbicara pada acara Heritage Foundation di Washington.

"Seperti yang dikatakan presiden, kami tidak ingin perang dengan siapa pun. Tetapi Amerika Serikat siap, kami locked and loaded, dan kami siap membela kepentingan kami dan sekutu kami di wilayah ini. Jangan membuat kesalahan tentang itu," kata Pence seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (18/9/2019).

Mengulangi klaim Trump pada hari Senin Iran sepertinya berada di belakang serangan, Pence mengatakan komunitas intelijen AS tengah bekerja untuk memeriksa bukti-bukti yang ada.

"Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuju Riyadh untuk membahas tanggapan kita," ucap Pompeo.

Menurut Pence, jika Iran berada di balik serangan itu, itu akan menjadi yang terbaru dalam serangkaian peningkatan eskalasi yang semakin berbahaya yang dipicu Teheran.

Komentar Pence mengikuti serangkaian pernyataan oleh pejabat AS termasuk Presiden Trump yang menuduh Iran menyerang ladang minyak perusahaan Saudi, Aramco, pada hari Sabtu.

Sebelumnya hari Selasa, seorang pejabat AS yang tidak dikenal mengatakan kepada AFP bahwa AS sekarang yakin bahwa serangan itu diluncurkan dari tanah Iran, dan melibatkan penggunaan rudal jelajah.

Teheran telah membantah klaim AS dan Saudi tentang keterlibatannya, tetapi membela hak Yaman untuk melindungi diri dari serangan Saudi. (Baca juga: Rouhani Sebut Serangan ke Kilang Minyak Saudi Aksi Balas Dendam )

Kelompok Houthi, kelompok milisi Yaman yang menentang Arab Saudi dan sekutunya, mengaku bertanggung jawab atas serangan pada hari Sabtu itu. Mereka mengatakan upaya Saudi untuk menyalahkan orang lain adalah pertanda "pengecut."

Kelompok ini telah meluncurkan puluhan serangan terhadap infrastruktur dan fasilitas militer Saudi dalam beberapa tahun terakhir menggunakan pesawat tanpa awak dan rudal balistik.
(ian)
Berita Terkait
AS Segera Tetapkan Gerakan...
AS Segera Tetapkan Gerakan Houthi Yaman sebagai Kelompok Teroris Asing
AS kepada Houthi: Berhenti...
AS kepada Houthi: Berhenti Menyerang, Mulailah Bernegosiasi
Houthi Rekrut Migran...
Houthi Rekrut Migran Afrika, Video: Kematian untuk Amerika dan Israel
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Houthi Klaim Tembak...
Houthi Klaim Tembak Jatuh Drone AS Dekat Perbatasan Saudi
Tak Peduli Keputusan...
Tak Peduli Keputusan AS, Saudi: Kami Tetap Anggap Houthi sebagai Teroris
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
6 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
7 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
8 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
9 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
10 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
11 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved