Penguin Seukuran Manusia Pernah Hidup di Selandia Baru

Kamis, 15 Agustus 2019 - 07:44 WIB
Penguin Seukuran Manusia...
Penguin Seukuran Manusia Pernah Hidup di Selandia Baru
A A A
CANTERBURY - Fosil penguin raksasa seukuran manusia telah ditemukan di Selandia Baru. Para pakar memperkirakan berdasarkan fosil itu bahwa penguin purba memiliki tinggi 1,6 meter dan bobot 80 kg. Penguin itu hidup di Paleocene Epoch, antara 66 juta dan 56 juta tahun silam.

Binatang yang disebut “penguin monster” oleh Museum Canterbury itu menambah daftar fauna raksasa asal Selandia Baru yang sekarang sudah punah. Sebelumnya juga telah diumumkan adanya burung paruh bengkok, elang, kelelawar dan moa, burung setinggi 3,6 meter di Selandia Baru. “Ini salah satu spesies penguin terbesar yang pernah ditemukan,” papar Paul Scofield, kurator senior museum tersebut pada BBC.

Penguin itu khusus hidup di perairan bumi belahan selatan. Penguin-penguin itu diduga menjadi sebesar itu karena reptil-reptil laut besar punah dari lautan, sekitar waktu yang sama saat dinosaurus punah. “Lalu selama 30 juta tahun, ini waktu bagi penguin-penguin raksasa,” tutur Scofield.

Spesies penguin terbesar saat ini adalah penguin emperor yang tumbuh hingga setinggi 1,2 meter. “Kami pikir saat itu binatang-binatang berevolusi sangat cepat. Suhu air sekitar Selandia Baru ideal saat itu, sekitar 25 derajat Celsius dibandingkan 8 derajat Celsius saat ini,” ujar dia.

Selama masa penguin raksasa, Selandia Baru masih bergabung dengan Benua Australia yang diduga terhubung dengan Antartika. Spesies baru, Crossvallia waiparensis, mirip dengan penguin raksasa prasejarah lainnya, Crossvallia unienwillia yang ditemukan di satu lokasi di Antartika.

Menurut para peneliti, penguin crossvallia memiliki kaki yang berperan lebih besar untuk berenang dibandingkan dengan penguin yang ada sekarang. “Perairan di sekitar Selandia Baru diperkirakan memiliki kura-kura raksasa, terumbu karang, dan berbagai macam hiu berbentuk aneh,” kata Scofield.

Belum jelas mengapa penguin-penguin raksasa itu punah dari perairan di bumi bagian selatan. Namun, teori yang banyak diyakini adalah karena meningkatnya persaingan dengan mamalia laut. “Saat itu penguin raksasa berevolusi, reptil laut besar baru saja punah,” ungkap Gerald Mayr, peneliti lain dalam laporan itu.

Dia menambahkan bahwa di Antartika dan Selandia Baru tak ada pesaing hewan laut besar hingga datangnya paus dan anjing laut pinniped beberapa juta tahun setelahnya. “Kepunahan penguin raksasa juga diduga terkait bertambahnya persaingan, tapi alasan pasti punahnya penguin itu masih dibahas para peneliti,” papar Mayr.

Tulang kaki spesies lain juga ditemukan di satu lokasi di Canterbury Utara tahun lalu dan sejak saat itu telah dianalisis oleh tim internasional. “Lokasi ini sangat unik. Ini dasar sungai yang memotong ke tebing,” ujar dia. Tempat itu memiliki banyak fosil yang ditemukan sejak 1980-an dan banyak penemuan lain, seperti yang terbaru oleh para palaeontologis amatir.
(don)
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
1 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
1 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
2 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
5 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
5 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
8 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved