AS: Huawei China Terlibat soal Kamp 'Tahanan' Muslim Xinjiang

Sabtu, 10 Agustus 2019 - 20:54 WIB
AS: Huawei China Terlibat...
AS: Huawei China Terlibat soal Kamp 'Tahanan' Muslim Xinjiang
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menuduh perusahaan raksasa teknologi China , Huawei, terlibat dalam pemberlakuan kamp-kamp bagi komunitas Muslim Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang. PBB dan para aktivis menyebut kamp-kamp itu sebagai kamp tahanan, namun Beijing membantahnya dan menegaskannya sebagai pusat pendidikan kejuruan.

"Apa yang kami tahu adalah perusahaan seperti Huawei, di dalam negeri turut terlibat di provinsi Xinjiang, di mana saat ini lebih dari satu juta orang berada di dalam kamp pendidikan ulang," kata Wakil Menteri Luar Negeri AS Bidang Siber dan Komunikasi Internasional, Robert L Strayer, Sabtu (10/8/2019).

"Huawei terlibat dalam pusat inovasi bersama, di mana mereka meneken kontrak dengan otoritas keamanan. Jadi, mereka menggunakan asetnya untuk mengawasi warga setempat dan itu dilakukan tidak di bawah payung hukum," ujar Strayer saat melakukan pertemuan dengan para jurnalis Asia Tenggara di Washington, D.C.

Strayer mengakui bahwa pihaknya memiliki kekhwatiran terhadap perusahaan-perusahaan China yang berinvestasi di kawasan Asia Tenggara, khususnya di bidang tekonolgi. Dia khawatir akan muncul Huawei berikutnya.

"Kami memiliki kekhawatiran jika ada struktur pemerintahan yang tidak tepat, data-data itu dapat digunakan untuk tujuan yang buruk," kata Strayer.

Menurutnya, di AS, pemerintah juga bisa melakukan pengawasan terhadap warganya sendiri demi alasan keamanan. Namun, hal itu harus melalui proses hukum, sehingga tidak salah sasaran.

"Jadi, rekam jejak itu membuat kami khawatir atas keterlibatan perusahaan seperti Huawei dan ZTE dalam membangun infrastuktur di negara lain," katanya, mengacu pada rekam jejak Huawei di Xinjiang.

Strayer menegaskan, pihaknya tidak anti-terhadap masyarakat China. Dia mengapresiasi masyarakat China sebagai pekerja keras.

"Tapi struktur pemerintahan yang dipaksakan oleh Partai Komunis China bukan salah satu hal yang memberi kami kepercayaan diri dalam kemampuan markas besar perusahaan untuk melindungi HAM, kami sangat khawatir tentang keterlibatan mereka di negara lain," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia di Tengah...
Indonesia di Tengah Rivalitas Amerika Serikat dengan China
AS Sebut Genosida Uighur...
AS Sebut Genosida Uighur Jadi Salah Satu Topik Pembicaraan dengan China
Paksa Muslim Uighur...
Paksa Muslim Uighur Lakukan Aborsi, AS Kecam China
China kepada AS: Jangan...
China kepada AS: Jangan Ikut Campur Soal Uighur
Diduga Dibuat di Kamp...
Diduga Dibuat di Kamp Uighur, AS Sita Produk Rambut Manusia Asal China
China Siap Balas Sanksi...
China Siap Balas Sanksi Baru AS Terkait Hak Asasi Muslim Uighur
Berita Terkini
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
15 menit yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
1 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
2 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
2 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
3 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved