Kashmir Bergejolak, Ulama Iran Kirim Peringatan ke India

Sabtu, 10 Agustus 2019 - 08:56 WIB
Kashmir Bergejolak,...
Kashmir Bergejolak, Ulama Iran Kirim Peringatan ke India
A A A
TEHERAN - Seorang ulama Iran mengutuk keputusan pemerintah India yang melucuti status konstitusional Kashmir dengan menyebutnya sebagai langkah "menjengkelkan." Ia lantas memperingatkan pemerintah India terhadap penggunaan kekuatan berlebihan terhadap kelompok Muslim di sana.

"Kami mendesak pemerintah India untuk menahan diri dari perlakuan keras terhadap Muslim karena itu tidak akan menjadi kepentingan maupun kepentingan kawasan," kata Ayatollah Mohammad Ali Movahedi Kermani seperti dikutip dari Press TV, Sabtu (10/8/2019).

Pada hari Senin, Presiden India mencabut Pasal 370 konstitusi negara itu, yang menjamin hak-hak khusus untuk wilayah Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim, termasuk hak untuk konstitusi dan otonomi sendiri dalam membuat undang-undang tentang semua masalah, kecuali pertahanan, komunikasi dan urusan luar negeri.

India kemudian mengirim ribuan pasukan tambahan ke wilayah Himalaya yang disengketakan, menyatakan jam malam yang ketat, menutup telekomunikasi dan internet, serta menangkap para pemimpin politik serta juru kampanye pro-kemerdekaan.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, mengecam langkah "ilegal" India terhadap Kashmir, bersumpah untuk menentang keputusan itu, termasuk di Dewan Keamanan PBB. Khan mengatakan langkah itu melanggar hukum internasional, menambahkan bahwa dia takut terjadi pembersihan etnis oleh India.

Sementara itu, sekitar 8.000 pemrotes Pakistan melakukan demonstrasi di Islamabad pada hari Jumat mengecam langkah New Delhi untuk melepaskan Kashmir yang dikuasai India dengan status konstitusional khusus.

Pihak berwenang dilaporkan mengerahkan sekitar 2.000 polisi dan pasukan keamanan, dan tidak mengizinkan para pengunjuk rasa mendekati Kedutaan Besar India.

Kashmir telah terpecah antara India dan Pakistan sejak pemisahan mereka pada tahun 1947. Kedua negara mengklaim seluruh wilayah Kashmir dan telah berperang tiga kali di wilayah tersebut.

India secara teratur menuduh Pakistan mempersenjatai dan melatih gerilyawan serta mengizinkan mereka melintasi perbatasan. Namun Pakistan menolak tuduhan itu.

Hubungan India-Pakistan memanas pada Februari lalu ketika lebih dari 40 paramiliter India tewas dalam serangan bom di Kashmir. New Delhi menyalahkan gerilyawan yang bermarkas di Pakistan, tetapi Islamabad membantah terlibat.
(ian)
Berita Terkait
Diterjang Dampak Perang...
Diterjang Dampak Perang Iran, India Turunkan Pajak BBM, Tepis Rumor Lockdown
Pakistan Modifikasi...
Pakistan Modifikasi Rudal Buatan China, PL-15 Jadi Lebih Canggih
Dukung Demonstran Iran,...
Dukung Demonstran Iran, Penyiar Wanita India Potong Rambut saat Siarang Langsung
Dua Kapalnya Ditembaki...
Dua Kapalnya Ditembaki di Selat Hormuz, India Panggil Dubes Iran
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Berita Terkini
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
1 jam yang lalu
Horor! Siswa Daratkan...
Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
2 jam yang lalu
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
2 jam yang lalu
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
3 jam yang lalu
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
3 jam yang lalu
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
4 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved