Kawal Kapal di Teluk, Inggris Umumkan Gugus Tugas Armada UE

Selasa, 23 Juli 2019 - 08:26 WIB
Kawal Kapal di Teluk,...
Kawal Kapal di Teluk, Inggris Umumkan Gugus Tugas Armada UE
A A A
LONDON - Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt, mengumumkan terbentuknya satuan tugas bersama Eropa untuk melindungi kapal-kapal tanker di Teluk. Inggris akan berusaha untuk mengatur kontingen angkatan laut yang dipimpin Eropa guna mengawal kapal-kapal tersebut menyusul penyitaan kapal tankernya itu oleh Iran.

Kepada parlemen, Hunt mengatakan bahwa telah terjadi diskusi dengan sejumlah negara sekutu Inggris dalam dua hari terakhir tentang pembentukan pasukan perlindungan dengan pembicaraan lebih lanjut yang akan diadakan pada akhir pekan ini.

"Dengan berat hati kami mengumumkan peningkatan kehadiran dunia internasional di Teluk karena fokus diplomasi kami adalah mengurangi ketegangan dengan harapan bahwa perubahan seperti ini tidak diperlukan," kata Hunt seperti dikutip dari Independent, Selasa (23/7/2019).

Namun, katanya, Teheran telah secara terang-terangan melanggar hukum dalam menangkap kapal tanker Stena Impero di perairan internasional. (Baca juga: Memanas, Garda Revolusi Iran Tangkap Kapal Tanker Inggris )

Langkah ini dipastikan akan meningkatkan ketegangan antara Inggris dan Iran yang dimulai ketika marinir kerajaan menyita kapal tanker milik Iran, Grace 1, di lepas pantai Gibraltar karena diduga menyelundupkan minyak ke rezim Bashar al-Assad di Suriah yang melanggar sanksi Uni Eropa (UE).

Sebelumnya tidak ada negara Uni Eropa yang menyita kapal menggunakan kekuatan di lautan atas pelanggaran sanksi dan Teheran menuduh London bertindak atas instruksi AS.

Tapi Jeremy Hunt mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Iran tidak punya hak untuk menghalangi jalannya kapal, apalagi menaikinya di bawah hukum internasional.

“Karena itu tindakan adalah pembajakan negara. Kami sekarang akan berusaha untuk menyusun misi perlindungan maritim yang dipimpin Eropa untuk mendukung perjalanan yang aman bagi awak dan kargo di wilayah vital ini,” ujarnya.

"Jika Iran terus berada di jalur berbahaya ini, mereka harus menerima konsekuensi kehadiran militer barat yang lebih besar di perairan sepanjang garis pantai mereka, bukan karena kami ingin meningkatkan ketegangan tetapi hanya karena kebebasan navigasi adalah prinsip yang akan dilakukan Inggris dan sekutunya selalu bertahan,” tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Inggris Nilai Embargo...
Inggris Nilai Embargo Senjata Bisa Jadi 'Senjata' Tekan Iran
Inggris-Prancis Kutuk...
Inggris-Prancis Kutuk Sikap Keras Iran pada Demonstran
Suasana Terkini Stadion...
Suasana Terkini Stadion Khalifa Jelang Laga Inggris vs Iran di Piala Dunia 2022 Qatar
Iran Bongkar Jaringan...
Iran Bongkar Jaringan Demonstran Asing, Tuding Inggris Terlibat
Inggris Ikut Gempur...
Inggris Ikut Gempur Iran, Teheran: Membahayakan Nyawa Warganya
Prancis, Jerman, dan...
Prancis, Jerman, dan Inggris Siap Gabung Perang Keroyok Iran
Berita Terkini
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
50 menit yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
1 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
2 jam yang lalu
Panglima IRGC Sumpah...
Panglima IRGC Sumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
4 jam yang lalu
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
5 jam yang lalu
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
5 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved