Inggris Desak Iran Berhenti Perlakukan Tidak Adil Pemilik Kewarganegaraan Ganda

Kamis, 29 Desember 2022 - 08:45 WIB
loading...
Inggris Desak Iran Berhenti...
Ilustrasi
A A A
LONDON - Inggris mendesak Iran untuk berhenti menahan warga negara ganda, setelah penangkapan tujuh orang yang memiliki hubungan dengan Inggris . London berpendapat praktik tersebut tidak boleh digunakan untuk mendapatkan "pengaruh diplomatik".

Sebelumnya, Pengawal Revolusi Iran menangkap tujuh orang atas protes anti-pemerintah ketika mereka mencoba untuk meninggalkan negara itu pada hari Minggu, menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh media pemerintah. Beberapa dari ketujuh orang itu berkewarganegaraan ganda.

Baca: Iran Bongkar Jaringan Demonstran Asing, Tuding Inggris Terlibat

"Kami segera mencari informasi lebih lanjut dari otoritas Iran tentang laporan warga negara ganda Inggris-Iran itu," kata juru bicara Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak kepada wartawan, Rabu (28/12/2022).

"Kami selalu mengatakan bahwa kami tidak akan pernah menerima warga negara kami digunakan untuk pengaruh diplomatik dan kami mendesak pemerintah Iran untuk menghentikan praktiknya menahan warga negara Inggris dan asing lainnya secara tidak adil," lanjutnya.

Penangkapan yang dilaporkan menyusul kerusuhan yang dipicu oleh kematian 16 September dalam penahanan Mahsa Amini, seorang Kurdi Iran berusia 22 tahun yang ditangkap karena mengenakan "pakaian tidak pantas" di bawah aturan berpakaian Islami yang ketat untuk wanita.

Protes telah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Republik Islam yang dikuasai Muslim Syiah sejak revolusi 1979.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
Koordinator Rekonstruksi...
Koordinator Rekonstruksi Gaza Asal Mesir Tewas dalam Serangan Drone di Kawasan Sabra
Perang Pecah Lagi, Trump:...
Perang Pecah Lagi, Trump: Saya Tak Mau Negosiasi Lagi dengan Iran
Rekomendasi
Kasus Dugaan Kekerasan...
Kasus Dugaan Kekerasan ART Erin Wartia Naik Penyidikan, Rieke Diah Pitaloka Ikut Mengawal
Rayakan Hari Jadi, Ancol...
Rayakan Hari Jadi, Ancol Gratiskan Tiket Masuk pada 10 Juli Besok
Soroti Laga Argentina...
Soroti Laga Argentina vs Mesir, Zohran Mamdani: The Pharaohs Dirampok
Berita Terkini
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved