Pasukan Khusus Venezuela Eksekusi Ribuan Pemuda

Sabtu, 06 Juli 2019 - 00:54 WIB
Pasukan Khusus Venezuela...
Pasukan Khusus Venezuela Eksekusi Ribuan Pemuda
A A A
JENEWA - Sebuah laporan PBB telah merinci eksekusi di luar hukum terhadap ribuan pemuda oleh pasukan khusus. Laporan itu mengatakan bahwa pasukan pembunuh sedang melaksanakan strategi Presiden Maduro untuk menetralisir lawan politik.

Menurut laporan tersebut pasukan keamanan Venezuela telah mengirim pasukan pembunuh untuk melakukan pembunuhan di luar hukum terhadap para pemuda. Aksi kejahatan itu kemudian dibuat seolah korban melawan saat akan ditangkap.

Caracas mengatakan bahwa sekitar 5.287 orang meninggal tahun lalu ketika mereka menolak ditahan oleh petugas, dan kasus ini telah terjadi pada 1.569 orang hingga pertengahan tahun ini. Namun, laporan PBB menunjukkan bahwa banyak dari kematian ini sebenarnya adalah eksekusi di luar hukum.

Laporan itu menceritakan kembali laporan 20 keluarga, yang mengatakan bahwa pria bertopeng berpakaian hitam dari Pasukan Tindakan Khusus (FAES) Venezuela tiba di rumah mereka dengan kendaraan hitam tanpa plat nomor. Mereka kemudian masuk ke rumah, menyerang para wanita dan gadis-gadis serta mencuri barang-barang.

"Mereka akan memisahkan para pemuda dari anggota keluarga lain sebelum menembak mereka," bunyi laporan itu.

"Dalam setiap kasus, saksi melaporkan bagaimana FAES memanipulasi tempat kejadian dan bukti kejahatan. Mereka akan menanam senjata dan obat-obatan serta menembakkan senjata mereka ke dinding atau ke udara untuk memberi kesan konfrontasi dan untuk menunjukkan bahwa korban telah 'menolak otoritas'," sambung laporan itu seperti dikutip dari Deutsche Welle, Sabtu (6/7/2019).

Menurut laporan itu, kematian tersebut merupakan bagian integral dari kampanye Presiden Nicolas Maduro untuk menetralkan, menindas dan mengkriminalkan lawan politik dan orang-orang yang kritis terhadap pemerintah.

Menanggapi hal itu, Venezuela mengatakan bahwa laporan tersebut memberi hak istimewa pada kesaksian negatif sampai ekstrem, sambil menyembunyikan atau meminimalkan tindakan yang diambil untuk memajukan hak asasi manusia. Venezuela menambahkan bahwa penyelidikan itu tidak objektif atau tidak memihak.

Pemerintah Maduro kemudian menyebut dokumen itu "bias terbuka" karena juga tidak menunjukkan kunjungan ke rumah sakit, penjara, dan pusat distribusi obat-obatan serta makanan oleh penyelidik PBB.

"Ada banyak ketidakakuratan, kesalahan, fakta yang diambil di luar konteks dan pernyataan salah," kata pemerintah Venezuela.

Venezuela selama bertahun-tahun telah dicengkeram oleh krisis kemanusiaan dan politik, yang disebabkan oleh kebijakan ekonomi Maduro, perebutan kekuasaan, serta penurunan pendapatan dari minyak.

Maduro sendiri menyalahkan krisis di negaranya karena sanksi Amerika Serikat (AS) yang bertujuan memaksanya untuk mengundurkan diri.
(ian)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Negara Ini Kaya Minyak,...
Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita
Terlalu Sering Menjilat,...
Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Venezuela Tukar Emas...
Venezuela Tukar Emas dengan Dolar, Dibantu UEA, Mali dan Pesawat Rusia
Berita Terkini
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
41 menit yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
2 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
5 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
9 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
10 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved