Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak

Minggu, 08 Februari 2026 - 19:29 WIB
loading...
Terlalu Sering Menjilat,...
Maria Corina Machado dikecam karena sering disebut sebagai perusak. Foto/X
A A A
CARACAS - Para pejabat Gedung Putih semakin "frustrasi" dengan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian anti-Maduro, Maria Corina Machado, atas pernyataannya tentang waktu pemilihan di Venezuela .

Awal pekan ini, Machado, seorang pemimpin oposisi yang mendukung intervensi AS di Venezuela dan penculikan Presiden Nicolas Maduro pada awal Januari, mengatakan kepada Politico bahwa pemungutan suara dapat dilaksanakan dengan cukup cepat, menunjukkan sembilan hingga sepuluh bulan sebagai jangka waktu yang mungkin.

Menurut seorang penasihat Gedung Putih yang berbicara kepada media dengan syarat anonim, komentar Machado "membuat beberapa orang merasa tidak nyaman," dengan pejabat tersebut menuduhnya "merusak keberhasilan kebijakan presiden," termasuk pembebasan tahanan politik, operasi penegakan hukum bersama antara kedua negara, dan bidang kerja sama lainnya.

"Yang dilakukan Maria Corina Machado hanyalah mencoba meniadakan semua ini... dia egois," kata penasihat itu, dilansir Politico.

"Ini semua bukan 'Operasi Maria Corina Machado.' Ini adalah 'Operasi keamanan nasional AS,' yang sama sekali tidak terkait dengannya. Dia adalah perusak dan dia bekerja melawan tujuan keamanan nasional AS."



Orang lain yang dekat dengan Gedung Putih mengatakan mantan anggota Kongres itu "seharusnya tidak memberikan pendapat tentang jangka waktu," menambahkan bahwa "[24] bulan adalah jangka waktu yang lebih realistis."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Abaikan AS, Netanyahu...
Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
Rekomendasi
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Mencetak Pemimpin Masa...
Mencetak Pemimpin Masa Depan, SD Al Azhar Syifabudi Jatibening Gelar Wisuda STARL16HT
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Berita Terkini
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved