Rusia Bantah Tarik Spesialis karena Venezuela Tak Sanggup Bayar

Selasa, 04 Juni 2019 - 12:01 WIB
Rusia Bantah Tarik Spesialis...
Rusia Bantah Tarik Spesialis karena Venezuela Tak Sanggup Bayar
A A A
MOSKOW - Rusia membantah telah menarik pasukan militer dan spesialis teknis dari Venezuela. Moskow menegaskan kerja sama dengan Caracas berlangsung seperti biasa dan akan diperluas.

Dalam sebuah laporan pada hari Minggu, Wall Street Journal menyebut personel militer dan spesialis teknis Rusia telah meninggalkan Venezuela secara massal, dari yang awalnya sekitar 1.000 personel menjadi beberapa lusin.

Surat kabar yang bebasis di Amerika Serikat (AS) itu menjelaskan dugaan penarikan massal karena Moskow menyadari bahwa Caracas tidak memiliki dana untuk membayar layanan perusahaan teknologi tinggi Rusia, Rostec.

Pada hari Senin, perusahaan itu menolak laporan tersebut. "Angka-angka yang diberikan dalam karya Wall Street Journal telah dilebih-lebihkan puluhan kali. Jumlah staf kami di sana tetap sama selama bertahun-tahun," kata layanan pers Rostec, yang dilansir Russia Today, Selasa (4/6/2019).

Korporasi itu menjelaskan bahwa selain memiliki perwakilan permanen, perusahaan mengirimkan kelompok spesialis teknis dari waktu ke waktu ke Venezuela untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan peralatan yang dipasok oleh Rusia. "Baru-baru ini, pemeliharaan sejumlah pesawat selesai," imbuh layanan pers Rostec.

Eksportir perangkat keras militer Rusia, Rosoboronexport, mengatakan bahwa Moskow dan Caracas sebenarnya berencana untuk meningkatkan kerja sama. "Perusahaan-perusahaan Rusia tetap berkomitmen untuk memperdalam kerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan departemen-departemen lain dari pemerintah Venezuela," kata eksportir senjata Rusia itu dalam sebuah pernyataan.

Presiden AS Donald Trump melalui Twitter mengklaim bahwa Rusia telah memindahkan sebagian besar orang-orangnya dari negara yang dipimpin Presiden Nicolas Maduro tersebut. Namun, Rusia tidak memberikan klarifikasi atas klaim pemimpin Amerika itu.

"Rusia telah memberi tahu kami bahwa mereka telah memindahkan sebagian besar orang-orangnya dari Venezuela," bunyi tweet Trump via akun @realDonaldTrump, Senin (3/6/2019).

Venezuela, yang sedang dilanda krisis ekonomi parah, sedang diguncang krisis politik. Pemimpin oposisi, Juan Guaido yang didukung AS dan banyak negara lainnya telah mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela. Dia menyerukan penggulingan Presiden Maduro yang terpilih kembali dalam pemilu 2018 lalu.
(mas)
Berita Terkait
Venezuela Klaim Tangkap...
Venezuela Klaim Tangkap Mata-mata AS
Senator AS Sebut Nasib...
Senator AS Sebut Nasib Presiden Nicolas Maduro Tinggal Menghitung Hari
Menyusup ke Venezuela,...
Menyusup ke Venezuela, Dua 'Rambo' AS Ingin Tangkap Maduro
Maduro Pastikan Venezuela...
Maduro Pastikan Venezuela Akan Adili Dua 'Rambo' AS
Gulingkan Maduro, Oposisi...
Gulingkan Maduro, Oposisi Venezuela Minta Bantuan Perusahaan Keamanan AS
Rusia Desak AS Bebaskan...
Rusia Desak AS Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
1 jam yang lalu
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
2 jam yang lalu
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
2 jam yang lalu
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
3 jam yang lalu
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
4 jam yang lalu
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
4 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved