Berpura-pura jadi Korban Teror Paris, Warga Prancis Dibui

Rabu, 10 April 2019 - 23:55 WIB
Berpura-pura jadi Korban...
Berpura-pura jadi Korban Teror Paris, Warga Prancis Dibui
A A A
PARIS - Seorang warga Prancis yang menerima kompensasi atas serangan teror pada tahun 1995 di Paris harus mendekam di penjara setelah berpura-pura berada di lokasi serangan teror Paris pada November 2015 oleh ISIS.

Serge Dieujuste (44) berusaha mengklaim kompensasi dari dana negara untuk para korban serangan di bar, restoran dan balai konser Bataclan, yang menewaskan 130 orang.

Penyelidik menemukan bahwa ia menonton sepak bola di rumah alih-alih berada di restoran Kamboja di mana tiga pengunjung kehilangan nyawa, seperti yang ia klaim.

Dieujuste berusaha untuk membenarkan klaim palsunya dengan mengatakan trauma yang dideritanya akibat serangan bom 1995 di stasiun metro Paris belum sepenuhnya diakui oleh negara dan ia belum menerima konseling yang memadai.

"Serangan tahun 1995 tidak memberinya free pass," kata seorang jaksa penuntut kepada pengadilan di Paris tentang serangan oleh gerilyawan Aljazair di stasiun metro St Michel di mana Dieujuste menerima kompensasi sebesar USD121.400 seperti dikutip dari AFP, Rabu (10/4/2019).

Dia dijatuhi hukuman dua tahun penjara, satu tahun ditangguhkan, Selasa malam dan segera ditahan, seperti halnya orang kedua yang mencoba mengklaim uang kompensasi serangan teror pada November 2015.

Yann Abdelhamid Mohamadi, pemilik restoran pizza Casa Nostra yang menjadi sasaran para pria bersenjata, juga dipenjara setelah ia berpura-pura berlindung di ruang bawah tanah tempat bisnisnya.

Pria 46 tahun itu telah dijatuhi hukuman penjara dan denda 15.000 euro pada Juni setelah ia ditemukan menjual video rekaman CCTV tentang serangan itu kepada surat kabar tabloid Inggris, The Daily Mail.

Pengadilan menilai bahwa rekaman itu - di mana pengunjung yang ketakutan terlihat diancam oleh orang-orang bersenjata - telah direkam tanpa izin dan secara ilegal diberikan kepada pihak ketiga.

Mohamadi dilaporkan dibayar 50.000 euro oleh surat kabar itu.

Secara total, sekitar 15 orang dinyatakan bersalah melakukan penipuan karena mencoba menuntut kompensasi dari dana kompensasi yang dibentuk untuk membantu korban yang menderita cedera fisik atau psikologis dalam serangan itu.
(ian)
Berita Terkait
Tersangka Utama Serangan...
Tersangka Utama Serangan Teror Paris Sebut Dirinya Tentara ISIS
Teror Kepala Babi Gegerkan...
Teror Kepala Babi Gegerkan 6 Masjid di Penjuru Paris
Setelah Rusia, Prancis...
Setelah Rusia, Prancis Jadi Target Teror ISIS-Khorasan
Dua Tewas dan 4 Luka...
Dua Tewas dan 4 Luka Dalam Penembakan di Paris, Pelaku Ditangkap
BREAKING NEWS: Dua Tewas...
BREAKING NEWS: Dua Tewas Dalam Aksi Penembakan di Pusat Kota Paris
37 Terluka dalam Ledakan...
37 Terluka dalam Ledakan di Paris, Tidak Korban WNI
Berita Terkini
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
29 menit yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
1 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
2 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
3 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
6 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved