Lebih dari 60 Tewas dalam Kekerasan Etnis di Burkina Faso

Kamis, 04 April 2019 - 07:44 WIB
Lebih dari 60 Tewas...
Lebih dari 60 Tewas dalam Kekerasan Etnis di Burkina Faso
A A A
OUAGADOUGOU - Pemerintah Burkina Faso mengatakan lebih dari 60 warga sipil tewas dalam bentrokan antara komunitas di Burkina Faso utara dalam beberapa hari terakhir. Kekerasan ini adalah yang terbaru dalam rentetan kekerasan antar masyarakat yang menimpa wilayah Sahel Afrika Barat.

Burkina Faso dan tetangganya, Mali, telah mengalami lonjakan bentrokan etnis yang dipicu oleh gerilyawan Islam ketika mereka berusaha memperluas pengaruhnya atas Sahel, sebuah wilayah gersang antara gurun Sahara utara Afrika dan saban di selatannya.

Serangan-serangan gerilyawan meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kekerasan ini telah menyalakan kembali ketegangan yang sudah berlangsung lama di antara masyarakat ketika kelompok-kelompok tertentu salahkan karena berkolaborasi dengan para gerilyawan.

Kekerasan baru muncul di dekat kota Arbinda di provinsi Soum Burkina pada Minggu malam, ketika seorang pemimpin agama dan enam anggota keluarganya dibunuh oleh orang-orang bersenjata tak dikenal, partai Gerakan Rakyat untuk Kemajuan (MPP) yang berkuasa mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Pada pagi hari tanggal 1 April, tindakan pembalasan dilaporkan di Departemen Arbinda. Mereka diarahkan melawan komunitas setelah pembunuhan seorang pemimpin agama,” kata juru bicara MPP Bindi Ouoba seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/4/2019).

Dalam pernyataannya, MPP juga mengatakan, sebuah keluarga kerajaan juga diserang di provinsi tetangga Boulgou pada Minggu malam, menewaskan sedikitnya sembilan orang.

Menteri Administrasi Wilayah Simeon Sawadogo mengatakan di TV pemerintah Rabu malam bahwa 62 orang tewas dalam serangan di Arbinda.

"Tiga puluh kematian adalah akibat dari konflik antar-komunal, dan 32 orang terbunuh oleh teroris," kata Sawadogo, menambahkan bahwa gerilyawan telah mengambil sembilan sandera.

Memburuknya keamanan mendorong pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat di beberapa provinsi utara yang berbatasan dengan Mali pada Desember lalu, yang diperpanjang enam bulan setelah para gerilyawan menyerang warga sipil di Soum.

Burkina Faso, yang sebelumnya dikenal karena stabilitasnya di wilayah yang bermasalah, telah menderita 499 kematian akibat serangan terhadap warga sipil antara November 2018 dan 23 Maret 2019. Angka ini melonjak lebih dari 7.000 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
(ian)
Berita Terkait
4 Negara dengan Poligami...
4 Negara dengan Poligami Paling Banyak Dipraktikkan, Semua di 1 Benua
Tensi Memanas, Niger...
Tensi Memanas, Niger Minta Bantuan Mali dan Burkina Faso Jika Diserang
Mali, Niger dan Burkina...
Mali, Niger dan Burkina Faso Sepakati Pakta Keamanan Sahel
Burkina Faso Pasang...
Burkina Faso Pasang Badan Jika Pasukan ECOWAS Serbu Niger
Protes Sanksi Tak Manusiawi,...
Protes Sanksi Tak Manusiawi, 3 Negara Ini Hengkang dari Blok ECOWAS
Dukung Kudeta, Burkina...
Dukung Kudeta, Burkina Faso dan Mali: Intervensi Militer di Niger Sama dengan Deklarasi Perang
Berita Terkini
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
37 menit yang lalu
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
1 jam yang lalu
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
1 jam yang lalu
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
1 jam yang lalu
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
3 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
5 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved