Maduro: Semua Diplomat Venezuela di AS Sudah Pulang

Selasa, 29 Januari 2019 - 09:11 WIB
Maduro: Semua Diplomat...
Maduro: Semua Diplomat Venezuela di AS Sudah Pulang
A A A
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada hari Senin waktu Caracas menyambut para diplomat negaranya yang telah dipanggil pulang dari Amerika Serikat (AS). Dia mengklaim semua diplomatnya yang bertugas di Amerika telah pulang setelah kedua negara berseteru.

Penyambutan presiden itu disiarkan stasiun televisi nasional Venezuela . Sang presiden juga menyampaikan pidato.

"Saya ingin menyambut diplomat dari kedutaan (Venezuela) di Amerika Serikat , yang tiba di Caracas," kata Maduro pada pertemuan dengan para diplomat.

Maduro mencatat bahwa karyawan konsulat Venezuela di kota-kota AS juga termasuk yang telah kembali. Menurutnya, tujuh diplomat AS diizinkan untuk tinggal di Venezuela untuk pembicaraan tentang penciptaan "kantor kepentingan bersama".

"Saya telah menyetujui visa, semua kekebalan diplomatik dan hak diplomatik untuk sekelompok tujuh diplomat AS, yang ada di sini. Saya ingin (mereka) memiliki kantor di sini di Venezuela yang dapat saya ajak bicara," kata Maduro, seperti dikutip Sputnik, Selasa (29/1/2019).

Pekan lalu, presiden penerus Hugo Chavez itu memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat setelah Washington mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Maduro lantas menuntut agar diplomat AS meninggalkan Venezuela dalam waktu 72 jam sejak dia memutuskan hubungan diplomatik.

Namun, Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo menyatakan bahwa Maduro tidak memiliki wewenang sah untuk menyatakan diplomat AS berstatus persona non-grata.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu bahwa Washington dan Caracas akan mengadakan pembicaraan dalam waktu 30 hari tentang penciptaan "kantor kepentingan bersama". Selama periode itu, diplomat dari AS dan kedutaan besar Venezuela akan diizinkan untuk tidak meninggalkan negara tempat mereka bekerja.

Pada 22 Januari, Majelis Nasional atau Parlemen yang dijalankan oposisi mengadopsi pernyataan yang menyatakan bahwa Maduro telah merebut kekuasaan. Guaido yang menjadi pemimpin Majelis Nasional memproklamirkan dirinya sebagai presiden sementara negara itu dalam pertemuan akbar di Caracas pada hari berikutnya.

Beberapa negara, termasuk Brasil, Kanada dan Amerika Serikat, mengakui Guaido sebagai presiden interim atau sementara. Sedangkan Kuba, Rusia, Meksiko, Uruguay, China dan beberapa negara lain telah menyatakan dukungannya kepada Maduro sebagai presiden sah Venezuela.

Negara-negara Uni Eropa telah mengultimatum Maduro untuk menggelar pemilu baru dalam waktu delapan hari. Jika menolak, nagara-negara seperti Prancis, Spanyol, dan Jerman akan mengakui Guaido sebagai presiden interim Venezeula.

Maduro menolak ultimatum Uni Eropa. Baginya, pemilu Venezuela sudah digelar tahun lalu dan partainya, United Socialist Party of Venezuela (PSUV), sebagai pemenang. Dia juga telah diambil sumpah untuk menjabat sebagai presiden yang berkuasa selama enam tahun ke depan.

Namun, pemilu tahun lalu itu tak diakui kubu oposisi dan negara-negara Barat terutama AS. Juan Guaido dari Partai Popular Will (VP) justru sesumbar menawarkan amnesti kepada Maduro.
(mas)
Berita Terkait
Venezuela Klaim Tangkap...
Venezuela Klaim Tangkap Mata-mata AS
Menyusup ke Venezuela,...
Menyusup ke Venezuela, Dua 'Rambo' AS Ingin Tangkap Maduro
Maduro Pastikan Venezuela...
Maduro Pastikan Venezuela Akan Adili Dua 'Rambo' AS
Gulingkan Maduro, Oposisi...
Gulingkan Maduro, Oposisi Venezuela Minta Bantuan Perusahaan Keamanan AS
Maduro: Intelijen AS...
Maduro: Intelijen AS Suap Ratusan Pekerja di Perusahaan Minyak Venezuela
Pompeo Sesumbar Bakal...
Pompeo Sesumbar Bakal Bebaskan Warga AS yang Ditangkap Venezuela
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
1 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
3 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
5 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved