Ditekan AS Cs, Maduro Pamer Alat Tempur Venezuela

Senin, 28 Januari 2019 - 14:33 WIB
Ditekan AS Cs, Maduro...
Ditekan AS Cs, Maduro Pamer Alat Tempur Venezuela
A A A
CARACAS - Presiden Nicolas Maduro bersama militer Venezuela menunjukkan peralatan tempurnya kepada masyarakat dunia setelah posisinya ditekan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutu Washington. Sebaliknya, kubu oposisi menyerukan demo besar-besaran melawan rezim Maduro.

Berpidato di hadapan tentara pada hari Minggu waktu Caracas yang disiarkan stasiun televisi pemerintah, Maduro bertanya apakah mereka sedang merencanakan kudeta dengan dipimpin "imperialis" AS.

"Tidak, panglima tertinggi saya," teriak para perwira militer serempak saat menjawab pertanyaan Maduro. "Kami siap mempertahankan tanah air kami dalam keadaan apa pun," lanjut militer Venezuela , seperti dikutip Al Jazeera, Senin (28/1/2019).

Mengenakan seragam cokelat, Maduro menyaksikan satu peleton tentara melepaskan tembakan granat berpeluncur roket, senapan mesin anti-pesawat dan peluru tank terhadap sasaran di lereng bukit di Fort Paramacay, sebuah pangkalan kendaraan lapis baja.

"Tidak ada yang menghormati yang lemah, pengecut, pengkhianat. Di dunia ini, yang dihormati adalah pemberani, pemberani, kekuatan," kata Maduro.

"Tidak ada yang bahkan berpikir untuk menginjak tanah suci ini. Venezuela menginginkan perdamaian," katanya. "Untuk menjamin perdamaian, kita harus siap," imbuh dia.

Dari 10 hingga 15 Februari 2019, militer negara tersebut merencanakan latihan perang berskala besar. Maduro menggambarkan latihan itu sebagai "yang paling penting dalam sejarah Venezuela".

Dia mengecam dugaan konspirasi yang bertujuan menyebarkan pemberontakan di kalangan tentara. Menurutnya, ribuan pesan dikirim ke tentara setiap hari melalui WhatsApp dan platform media sosial lainnya dari negara tetangga Kolombia.

Dalam aksinya Maduro bersama tentaranya menaiki kendaraan amfibi di pangkalan angkatan laut.

Sementara itu, Juan Guaido ; Kepala Majelis Nasional (Parlemen) yang dikendalikan oposisi, menyerukan lebih banyak protes karena Maduro menampilkan kekuatan militer.

Dalam siaran langsung pada hari Minggu, Guaido mendesak semua rakyat Venezuela untuk turun ke jalan dalam "protes damai" pada siang hari, Rabu mendatang. Tujuannya, agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke negara yang dilanda krisis ekonomi dan politik tersebut.

Pentolan oposisi berusia 35 tahun itu telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela sampai pemilu terbaru digelar. Statusnya itu didukung dan diakui oleh AS, Israel, Australia, Kanada dan negara-negara Amerika Latin.

Sedangkan negara-negara Uni Eropa mengultimatum Maduro untuk menggelar pemilu baru dalam waktu delapan hari. Jika menolak, nagara-negara seperti Prancis, Spanyol, dan Jerman akan mengakui Guaido sebagai presiden interim Venezeula.

Maduro menolak ultimatum Uni Eropa. Baginya, pemilu Venezuela sudah digelar tahun lalu dan partainya, United Socialist Party of Venezuela (PSUV), sebagai pemenang. Dia juga telah diambil sumpah untuk menjabat sebagai presiden yang berkuasa selama enam tahun ke depan.

Namun, pemilu tahun lalu tak diakui kubu oposisi dan negara-negara Barat terutama AS. Juan Guaido dari Partai Popular Will (VP) justru sesumbar menawarkan amnesti kepada Maduro.
(mas)
Berita Terkait
Venezuela Klaim Tangkap...
Venezuela Klaim Tangkap Mata-mata AS
Maduro Pastikan Venezuela...
Maduro Pastikan Venezuela Akan Adili Dua 'Rambo' AS
Menyusup ke Venezuela,...
Menyusup ke Venezuela, Dua 'Rambo' AS Ingin Tangkap Maduro
Gulingkan Maduro, Oposisi...
Gulingkan Maduro, Oposisi Venezuela Minta Bantuan Perusahaan Keamanan AS
Maduro: Intelijen AS...
Maduro: Intelijen AS Suap Ratusan Pekerja di Perusahaan Minyak Venezuela
Pompeo Sesumbar Bakal...
Pompeo Sesumbar Bakal Bebaskan Warga AS yang Ditangkap Venezuela
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
1 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
2 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
4 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
5 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved