Iran Dituduh Penjarakan Veteran Militer AS sejak Juli 2018

Selasa, 08 Januari 2019 - 16:49 WIB
Iran Dituduh Penjarakan...
Iran Dituduh Penjarakan Veteran Militer AS sejak Juli 2018
A A A
TEHERAN - Iran telah menahan seorang veteran militer Amerika Serikat (AS) di sebuah penjara atas tuduhan yang tidak ditentukan sejak akhir Juli 2018. Tuduhan ini disampaikan pihak keluarga veteran Angkatan Laut Amerika tersebut pada hari Senin.

Menurut keluarganya, veteran bernama Michael R. White, 46, asal Imperial Beach, California, itu ditangkap aparat rezim Teheran saat mengujungi kekasihnya yang merupakan warga Iran.

Tuduhan ini bisa semakin memperumit hubungan antara kedua negara yang saat ini sedang memanas. Ketegangan antara kedua negara memburuk secara substansial setelah Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran pada Mei lalu dan menerapkan kembali sanksi beratnya terhadap rezim Teheran.

Mengutip New York Times, Selasa (8/1/2019), setidaknya tiga warga negara Amerika lainnya, dua dari mereka keturunan Iran, juga telah dipenjara di Iran selama bertahun-tahun. Sedangkan seorang warga Amerika yang lain dinyatakan hilang di Iran selama lebih dari satu dekade.

Ibu veteran tersebut, Joanne White, mengatakan bahwa putranya melalui telepon mengatakan akan pulang dari Iran melalui Dubai, di Uni Emirat Arab, pada 27 Juli. Namun, sejak itu White tidak pernah naik pesawat ke AS.

Joanne mengatakan bahwa dia telah mengajukan laporan orang hilang setelah putranya tak pulang. Departemen Luar Negeri dan Departemen Keamanan Dalam Negeri telah menghubunginya terkait upaya untuk menemukan veteran tersebut.

Menurut Joanne, dia menerima informasi tiga minggu lalu dari pejabat Departemen Luar Negeri bahwa putranya berada di penjara Iran.

"Yang saya tahu adalah dia masih hidup dan mereka mengajukan permintaan untuk kunjungan konsuler oleh Swiss," katanya. AS yang tidak memiliki hubungan diplomatik sejak Revolusi Islam 1979 hanya bisa mengandalkan misi diplomatik Eropa jika ada masalah dengan warganya di negara para Mullah tersebut.

Dugaan penahanan White juga dilaporkan hari Senin kemarin oleh Iranwire, sebuah layanan berita online yang dijalankan oleh ekspatriat Iran, dalam sebuah artikel berjudul "Apakah Ada Tahanan Amerika yang Tidak Dikenal di Iran?".

Laporan itu bersumber dari pengakuan seorang mantan tahanan Iran. Sumber itu mengaku bertemu dengan White di Penjara Vakilabad di kota Mashhad pada bulan Oktober 2018.

Menurut Joanne, putranya telah mengunjungi Iran antara lima hingga enam kali untuk melihat seorang wanita Iran yang dia gambarkan sebagai kekasih putranya. Namun, pertemuan itu tidak pernah dia ketahui.Pemerintah Iran sampai saat ini belum berkomentar atas tuduhan keluarga veteran Amerika tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
Berita Terkini
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
1 jam yang lalu
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
4 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
5 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
9 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
10 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved