Peraih Nobel Perdamaian Serukan Keadilan

Selasa, 11 Desember 2018 - 12:17 WIB
Peraih Nobel Perdamaian...
Peraih Nobel Perdamaian Serukan Keadilan
A A A
OSLO - Para pemenang Nobel Perdamaian tahun ini, Nadia Murad dan Denis Mukwege, menyerukan keadilan untuk para korban kekerasan seksual dalam berbagai konflik di penjuru dunia.

Seruan itu muncul sehari sebelum mereka menerima penghargaan atas upaya mengakhiri pemerkosaan sebagai senjata perang. Denis Mukwege merupakan dokter yang membantu para korban kekerasan seksual di Republik Demokratik Kongo. Nadia Murad merupakan aktivis hak asasi Yazidi dan korban selamat perbudakan seks oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Keduanya menerima penghargaan Nobel Perdamaian 2018 dalam upacara di kota Norwegia, Senin (10/12). Mukwege memimpin Rumah Sakit Panzi di timur kota Bukavu, Kongo. Klinik itu menerima ribuan wanita setiap tahun, sebagian besar memerlukan operasi akibat kekerasan seksual.

Murad adalah advokat untuk minoritas Yazidi di Irak dan bagi pengungsi serta hak asasi wanita secara umum. Dia pernah menjadi budak dan diperkosa para militan ISIS di Mosul, Irak, pada 2014.

Murad berkampanye bagi tim investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengumpulkan dan menyimpan bukti aksi-aksi ISIS di Irak yang mungkin sebagai bentuk kejahatan perang, kejahatan kemanusiaan, atau genosida.

Tim itu mulai bekerja pada Agustus, setahun setelah mendapat persetujuan dari Dewan Keamanan PBB. Murad berbicara dalam konferensi pers di Institut Nobel Norwegia pada Minggu (9/12) bahwa tidak ada satu orang pun di Irak menghadapi pengadilan karena memerkosa wanita dan gadis Yazidi.

“Kita tidak melihat sepotong pun keadilan dalam cahaya ini. Kita perlu mendapat keadilan suatu hari,” kata Murad.

Dia menambahkan, sebanyak 3.000 wanita dan gadis Yazidi masih disekap para militan ISIS sebagai budak seks. Meski demikian dia juga berharap. “Jika ini tidak untuk kampanye kami selama empat tahun terakhir, kami tidak akan melihat langkah-langkah yang kami lihat menuju keadilan,” kata Murad dilansir Reuters.

Mukwege yang tinggal di Rumah Sakit Panzi dan sering menerima ancaman kematian menyatakan, keadilan harus dimasukkan dalam setiap proses perdamaian.

Perang Kongo Kedua yang menewaskan lebih dari lima juta orang, secara resmi berakhir pada 2003, tapi kekerasan masih jadi masalah di negara itu. Para milisi masih sering menargetkan warga sipil.

“Ada hukum kemanusiaan. Kita menyerukan itu diterapkan dalam cara sebagian. Setelah perang berakhir, kami melihat para pemimpin perang mencapai puncak pemerintahan dan tidak ada diskusi tentang keadilan dan kekerasan berlanjut,” kata dia.

Menurut Mukwege, memenangkan Nobel Perdamaian akan membantu menyeret para pelaku ke pengadilan. “Ini akan membantu komunitas internasional mengambil tanggung jawab saat tiba pada para korban kekerasan seksual,” ujarnya. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Gedung Parlemen Afrika...
Gedung Parlemen Afrika Selatan di Cape Town Terbakar
Presiden Afsel Berupaya...
Presiden Afsel Berupaya Pertahankan Kekuasaan di Tengah Skandal Korupsi
25.000 Tentara Dikerahkan...
25.000 Tentara Dikerahkan untuk Redam Kerusuhan di Afrika Selatan
Kerusuhan Afrika Selatan...
Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
4 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
5 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
6 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
7 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
8 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
9 jam yang lalu
Infografis
Demonstran Palestina-Yahudi...
Demonstran Palestina-Yahudi Israel Bersatu di Pawai Perdamaian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved