AS Curiga Pasukan Pro-Rezim Suriah Gunakan Gas Klorin di Aleppo
Sabtu, 08 Desember 2018 - 06:37 WIB
AS Curiga Pasukan Pro-Rezim Suriah Gunakan Gas Klorin di Aleppo
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) curiga pasukan pro-rezim Suriah menggunakan gas klorin mematikan terhadap warga sipil di Aleppo pada 24 November. Washington mengklaim memiliki informasi yang menunjukkan bahwa personel Rusia dan Suriah diduga juga terlibat dalam insiden itu.
"Rezim Assad dan Rusia secara keliru menuduh oposisi dan kelompok ekstremis melakukan serangan klorin di barat laut Aleppo," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Robert Palladino, yang dikutip Reuters, Sabtu (8/12/2018).
Menurut Palladino, Washington menolak keras narasi yang dibangun rezim Damaskus dan Moskow atas apa yang terjadi di Aleppo pada November lalu.
Selain itu, Washington memperingatkan Rusia agar tidak merusak situs dugaan serangan senjata kimia yang di Aleppo.
Pejabat militer Suriah dan Rusia belum mengomentari tuduhan terbaru AS ini. Namun, sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa kelompok teroris menggunakan senjata kimia dalam serangan di Aleppo. Militer Rusia tidak mengesampingkan bahwa organisasi non-pemerintah White Helmets kemungkinan berada di balik serangan itu, di mana lebih dari 70 warga sipil terluka.
Presiden Rusia Vladimir Putin pernah mengomentari dugaan serangan senjata kimia di Aleppo beberapa waktu lalu."Itu adalah pelanggaran mencolok terhadap gencatan senjata," katanya. Dia menambahkan bahwa penggunaan zat beracun tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Menanggapi dugaan penggunaan senjata kimia, jet-jet tempur Rusia membidik target kelompok teroris yang diyakini berada di balik serangan gas klorin di Aleppo.
"Rezim Assad dan Rusia secara keliru menuduh oposisi dan kelompok ekstremis melakukan serangan klorin di barat laut Aleppo," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Robert Palladino, yang dikutip Reuters, Sabtu (8/12/2018).
Menurut Palladino, Washington menolak keras narasi yang dibangun rezim Damaskus dan Moskow atas apa yang terjadi di Aleppo pada November lalu.
Selain itu, Washington memperingatkan Rusia agar tidak merusak situs dugaan serangan senjata kimia yang di Aleppo.
Pejabat militer Suriah dan Rusia belum mengomentari tuduhan terbaru AS ini. Namun, sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa kelompok teroris menggunakan senjata kimia dalam serangan di Aleppo. Militer Rusia tidak mengesampingkan bahwa organisasi non-pemerintah White Helmets kemungkinan berada di balik serangan itu, di mana lebih dari 70 warga sipil terluka.
Presiden Rusia Vladimir Putin pernah mengomentari dugaan serangan senjata kimia di Aleppo beberapa waktu lalu."Itu adalah pelanggaran mencolok terhadap gencatan senjata," katanya. Dia menambahkan bahwa penggunaan zat beracun tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Menanggapi dugaan penggunaan senjata kimia, jet-jet tempur Rusia membidik target kelompok teroris yang diyakini berada di balik serangan gas klorin di Aleppo.
(mas)