Bahas Penghapusan Sanksi, Menlu Korut Sambangi Beijing

Jum'at, 07 Desember 2018 - 07:42 WIB
Bahas Penghapusan Sanksi,...
Bahas Penghapusan Sanksi, Menlu Korut Sambangi Beijing
A A A
BEIJING - Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Utara (Korut), Ri Yong-ho, menyambangi Beijing guna mendapatkan dukungan China untuk penghapusan sanksi ekonomi terhadap rezim Pyongyang.

Ri tiba di Bandara Internasional Beijing pada Kamis sore untuk lawatan selama tiga hari dalam perjalanan kembali dari perjalanan ke Vietnam dan Suriah. Ia dijadwalkan akan melakukan pembicaraan dengan Menlu China Wang Yi dan pejabat senior lainy. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengantongi dukungan yang lebih besar untuk seruan Korut menghapus sanksi ekonomi.

Ia juga diperkirakan akan mendapatkan informasi terkait pembicaraan antara pemimpin Partai Komunis China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada KTT G20. Dalam pertemuan tersebut, Trump menegaskan bahwa pertemuan keduanya dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un kemungkinan akan dilakukan awal tahun depan seperti dikutip dari Breitbart, Jumat (7/12/2018).

China merupakan sekutu ekonomi dan politik Korut yang paling penting. Namun sebelumnya, Negeri Tirai Besi itu telah menyetujui sanksi ekonomi PBB yang bertujuan menekan rezim Pyoyang untuk meninggalkan program senjata nuklir.

Pada bulan September, China dan Rusia menyarankan agar sanksi atas Korut dicabut. Menteri Luar Negeri China, Wang Ji, menyerukan perlunya untuk “dimodifikasi.”

"Ketentuan dalam resolusi Dewan Keamanan bahwa dewan siap untuk memodifikasi langkah-langkah sanksi mengingat kepatuhan Korea Utara [Korea Utara]," katanya pada saat itu.

“Sekarang diberi perkembangan positif dalam hubungan antarKorea dan DPRK-AS, dan ikrar dan tindakan penting DPRK mengenai denuklirisasi, Tiongkok percaya bahwa Dewan Keamanan perlu mempertimbangkan untuk menerapkan ketentuan ini untuk mendorong DPRK dan pihak terkait lainnya untuk memindahkan denuklirisasi lebih jauh ke depan, ”lanjutnya.

Sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengkritik negara-negara Barat karena "keras kepala" menolak menyetujui untuk menghapus sanksi.

"Setiap negosiasi adalah jalan dua arah," katanya. "Langkah-langkah oleh DPRK (Korea Utara) menuju perlucutan senjata secara bertahap harus diikuti oleh pengurangan sanksi," cetusnya.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan: China-Rusia...
Korea Selatan: China-Rusia Kunci Denuklirisasi Korea Utara
Korea Selatan Desak...
Korea Selatan Desak China Bantu 'Jinakkan' Korea Utara
Korea Utara Kecam Kunjungan...
Korea Utara Kecam Kunjungan Blinken ke China
Kabur ke China karena...
Kabur ke China karena Kelaparan, Dua Tentara Korut Ditangkap
Buronan Rp326 Juta Asal...
Buronan Rp326 Juta Asal Korut Berhasil Diciduk Polisi China
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
40 menit yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
1 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
3 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
3 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
5 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
6 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un Janji Perbanyak...
Kim Jong-un Janji Perbanyak Bom Nuklir saat Trump Ingin Lucuti Senjata Korut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved