AS Jatuhkan Sanksi kepada Wakil Presiden Nikaragua

Rabu, 28 November 2018 - 14:26 WIB
AS Jatuhkan Sanksi kepada...
AS Jatuhkan Sanksi kepada Wakil Presiden Nikaragua
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada Wakil Presiden Nikaragua Rosario Murillo, istri Presiden Daniel Ortega. AS menuduhnya telah melakukan korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

Rosario Murillo diyakini mempunyai pengaruh terhadap organisasi pemuda yang dikatakan AS terlibat dalam pembunuhan ektra yudisial, penyiksaan dan penculikan seperti dikutip dari BBC, Rabu (28/11/2018).

Sanksi juga dikenakan pada penasihat keamanan pasangan presiden dan wakil presiden itu.

Murillo telah memerintah Nikaragua bersama dengan Ortega selama lebih dari satu dekade. Ia dituduh mengendalikan polisi dan sayap pemuda dari Front Pembebasan Sandinista yang pro pemerintah.

Departemen Keuangan AS mengatakan pihaknya menggunakan perintah eksekutif baru yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk menghukum Murillo, menuduhnya merusak demokrasi Nikaragua.

Sementara itu pembantunya sekaligus penasihat keamanan presiden, Nestor Moncada Lau, dituduh melakukan perintah dengan membayar kelompok-kelompok bersenjata untuk menyerang demonstran anti-pemerintah selama berbulan-bulan pada awal tahun ini.

Sanksi akan melarang individu AS, bank dan entitas lain melakukan transaksi dengan pasangan itu. Sanksi juga akan membekukan aset milik keduanya yang ada di AS.

Nikaragua telah mengalami pergolakan besar tahun ini. Pada bulan April, pengunjuk rasa anti-pemerintah menuntut presiden sosialis, Ortega, mundur setelah rencana reformasi pensiunnya yang tidak populer ditolak warga Nikaragua.

Namun, ia menolak bernegosiasi dan malah mengirim pasukan keamanan. Ratusan orang kemudian terbunuh dalam waktu beberapa minggu.

Awal bulan ini, aktivis oposisi Felix Maradiaga mengatakan kepada BBC bahwa hak asasi manusia di Nikaragua berada di krisis paling parah dalam generasi.

Maradiaga dipaksa melarikan diri dari negaranya pada Juli lalu setelah menerima ancaman pembunuhan.
(ian)
Berita Terkait
Resmi! Presiden Nikaragua...
Resmi! Presiden Nikaragua Haram Injakkan Kaki di AS
Nikaragua Putuskan Hubungan...
Nikaragua Putuskan Hubungan dengan Taiwan, Hanya Akui China
Nikaragua Putuskan Hubungan...
Nikaragua Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Belanda karena Bersikap Penjajah
Setelah Nikaragua Beralih,...
Setelah Nikaragua Beralih, China: Sekutu Taiwan akan Menjadi Nol
Rusia Ungkap Kemungkinan...
Rusia Ungkap Kemungkinan Kirim Pasukan ke Amerika Latin
Presiden Nikaragua Bilang...
Presiden Nikaragua Bilang Iran dan Korut Punya Hak Miliki Bom Nuklir
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
5 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
7 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
8 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
9 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
10 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved