AS Menentang Kecaman PBB atas Pendudukan Israel di Golan

Sabtu, 17 November 2018 - 01:45 WIB
AS Menentang Kecaman...
AS Menentang Kecaman PBB atas Pendudukan Israel di Golan
A A A
NEW YORK - Pemerintah Amerika Serikat (AS), untuk pertama kalinya, menentang resolusi tahunan PBB yang mengecam pendudukan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Selama ini Washington memilih abstain atas resolusi tersebut.

Resolusi tidak mengikat diadopsi komite Majelis Umum PBB pada hari Jumat (16/11/2018) dengan suara 151:2. Dua negara yang menentang resolusi PBB itu tentu saja Israel dan AS. Sebanyak 14 negara lain memilih abstain.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menyebut resolusi PBB itu tidak berguna. "Dan secara jelas bias terhadap Israel," katanya.

“Lebih lanjut, kekejaman rezim Suriah terus berkomitmen membuktikan kurangnya kemampuan untuk memerintah siapa pun. Pengaruh destruktif rezim Iran di dalam Suriah menghadirkan ancaman besar terhadap keamanan internasional," lanjut Haley dalam sebuah pernyataan pada malam pemungutan suara di PBB.

Israel menguasai sebagian besar Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam perang 1967 dan kemudian menganeksasi wilayah tersebut. Tindakan Tel Aviv itu tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Resolusi PBB menyatakan bahwa keputusan Israel untuk menduduki dan menganeksasi Golan adalah "batal demi hukum" dan menyerukan Israel untuk membatalkan keputusannya.

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon memuji perubahan sikap AS. "Ini bukti lain untuk kerja sama yang kuat antara kedua negara," kata Dannon, seperti dikutip AFP, Sabtu (17/11/2018).

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengambil sikap pro-Israel yang kuat, mulai dari menentang resolusi PBB yang mengutuk Tel Aviv, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan merelokasi kedutaanya, hingga memotong bantuan badan PBB untuk pengungsi Palestina.

Duta Besar AS untuk Israel David Friedman mengatakan kepada sebuah surat kabar Israel pada bulan September bahwa dia berharap Dataran Tinggi dianeksasi secara tetap sehingga berada di bawah kendali Israel selamanya. Dia juga mengisyaratkan Washington akan mengakui Golan sebagai wilayah Israel.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Usai Amerika, Giliran...
Usai Amerika, Giliran Zionis Israel Merudal Suriah
John Kerry Bantah Bocorkan...
John Kerry Bantah Bocorkan Serangan Israel ke Menlu Iran
Eks Diplomat Amerika:...
Eks Diplomat Amerika: AS Curi Minyak Suriah, Diduga Dikirim ke Israel
Israel Disebut Diam-diam...
Israel Disebut Diam-diam Koordinasikan Serangan Udara di Suriah dengan AS
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
1 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
1 jam yang lalu
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
3 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
4 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
5 jam yang lalu
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved