5 Cara Keji Israel Membunuh Pemimpin Hamas dan Hizbullah, Salah Satunya Obat Pelemas Otot
Minggu, 17 November 2024 - 23:55 WIB
loading...
Israel menggunakan banyak cara untuk membunuh para pemimpin Hamas dan Hizbullah. Foto/IG/IDF
A
A
A
GAZA - Dari pager yang meledak hingga senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh, Israel memiliki sejarah panjang pembunuhan. Israel sering menggunakan teknologi canggih untuk membunuh lawan-lawannya.
Melansir The Socialist Worker, Badan keamanan Israel berusaha mendapatkan kembali sebagian reputasi mereka, yang hancur setelah mereka tidak menyadari serangan perlawanan Palestina terhadap Israel pada 7 Oktober.
Mossad kemudian menanam bom di bawah telepon rumahnya saat dia sedang bepergian—Hamshari kehilangan satu kaki dalam ledakan itu dan meninggal karena luka-lukanya. Shin Bet, badan keamanan Israel, membunuh pejuang Hamas Yahya Ayyash pada tahun 1996 melalui telepon yang meledak.
Setelah menanam telepon di sebuah rumah yang sering digunakan oleh Ayyash, Shin Bet meledakkan perangkat yang berisi 15 gram bahan peledak saat dia sedang menelepon ayahnya. Namun, telepon yang meledak bukanlah satu-satunya cara Israel untuk menebar kematian dan kehancuran.
Baca Juga: Israel dan Hizbullah Gunakan Propaganda sebagai Taktik Perang, Berikut Buktinya
5 Cara Keji Israel Membunuh Pemimpin Hamas dan Hizbullah, Salah Satunya Obat Pelemas Otot
1. Bom Pager
Namun, serangan pager dan walkie-talkie baru-baru ini di Lebanon merupakan aksi terorisme pertama yang menggunakan bahan peledak dalam barang elektronik konsumen yang diproduksi secara massal.Melansir The Socialist Worker, Badan keamanan Israel berusaha mendapatkan kembali sebagian reputasi mereka, yang hancur setelah mereka tidak menyadari serangan perlawanan Palestina terhadap Israel pada 7 Oktober.
2. Menanam Bom di Telepon Rumah
Pada tahun 1972, Israel membunuh Mahmoud Hamshari, seorang perwakilan Organisasi Pembebasan Palestina di Prancis. Seorang agen Mossad menyamar sebagai jurnalis Italia untuk memancing Hamshari keluar dari rumahnya.Mossad kemudian menanam bom di bawah telepon rumahnya saat dia sedang bepergian—Hamshari kehilangan satu kaki dalam ledakan itu dan meninggal karena luka-lukanya. Shin Bet, badan keamanan Israel, membunuh pejuang Hamas Yahya Ayyash pada tahun 1996 melalui telepon yang meledak.
Setelah menanam telepon di sebuah rumah yang sering digunakan oleh Ayyash, Shin Bet meledakkan perangkat yang berisi 15 gram bahan peledak saat dia sedang menelepon ayahnya. Namun, telepon yang meledak bukanlah satu-satunya cara Israel untuk menebar kematian dan kehancuran.
Baca Juga: Israel dan Hizbullah Gunakan Propaganda sebagai Taktik Perang, Berikut Buktinya
3. Senapan Mesin yang Dikendalikan Jarak Jauh
Pada tahun 2020, Mossad membunuh Mohsen Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir top Iran.Lihat Juga :