Lenyapkan Jasad Khashoggi, Saudi Disebut Kerahkan Ahli Kimia

Senin, 05 November 2018 - 16:46 WIB
Lenyapkan Jasad Khashoggi,...
Lenyapkan Jasad Khashoggi, Saudi Disebut Kerahkan Ahli Kimia
A A A
ANKARA - Arab Saudi dilaporkan mengerahkan ahli kimia dan ahli toksikologi ke Istanbul setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Pengiriman para ahli yang disebut sebagai "cover-up team (tim penyembunyi)" itu diduga untuk melenyapkan jasad wartawan pengkritik rezim Riyadh tersebut.

Laporan itu dirilis koran pro-pemerintah Turki, Sabah, pada hari Senin (5/11/2018).

Pembunuhan terhadap Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul itu telah memicu kemarahan internasional. Presiden Recep Tayyip Erdogan menyebut wartawan 59 tahun itu target pembunuhan yang mengerikan.

Riyadh telah mengakui pembunuhan itu direncanakan. Namun, mereka sejauh ini menolak untuk merilis rincian keberadaan jasad Khashoggi.

Menurut laporan Sabah, Arab Saudi mengirim 11 anggota "cover-up team" ke Istanbul pada 11 Oktober, atau sembilan hari setelah kontributor Washington Post itu hilang usai memasuki kompleks diplomatik untuk mendapatkan dokumen untuk pernikahannya.

Koran Turki itu menyatakan ahli kimia Ahmad Abdulaziz Aljanobi dan ahli toksikologi Khaled Yahya Al Zahrani termasuk di antara 11 anggota yang oleh Saudi diklaim sebagai "tim investigasi". Mereka mengunjungi konsulat setiap hari hingga 17 Oktober, sebelum akhirnya meninggalkan Turki pada 20 Oktober.

Arab Saudi akhirnya mengizinkan polisi Turki untuk menggeledah konsulatnya di Istanbul untuk pertama kalinya pada 15 Oktober.

Kejaksaan Turki pada pekan lalu bahwa Khashoggi dicekik sesaat setelah dia memasuki konsulat. Kejaksaan juga mengonfirmasi bahwa tubuh wartawan itu dipotong-potong.

Yasin Aktay, penasihat Presiden Erdogan, menduga kuat bahwa jasad Khashoggi sudah dilebur atau dilarutkan dengan zat asam sebagai cara untuk menghilangkan jejak atau bukti pembunuhan.

Dalam sebuah editorial yang diterbitkan di The Washington Post, Erdogan menuduh pihak berwenang di Riyadh menolak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci tentang pembunuhan itu, meskipun mereka menahan 18 tersangka dua minggu yang lalu.

Dia mengatakan perintah untuk membunuh wartawan tersebut berasal dari pejabat "tingkat tertinggi" pemerintah Saudi. Namun, dia tidak percaya bahwa Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud harus disalahkan dalam pembunuhan tersebut.

Jaksa Agung Arab Saudi Sheikh Saud al-Mojeb telah bertemu dengan pemerintah Turki pekan lalu di Istanbul. Namun, dia menolak untuk berbagi informasi soal penyelidikan yang dilakukan Riyadh.
(mas)
Berita Terkait
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Pernah Seteru soal Khashoggi,...
Pernah Seteru soal Khashoggi, Erdogan Hendak Kunjungi Arab Saudi
Pembunuh Khashoggi Dilaporkan...
Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tinggal di Vila Bintang Tujuh Riyadh
BREAKING NEWS-Pria Arab...
BREAKING NEWS-Pria Arab Saudi Tersangka Pembunuhan Khashoggi Ditangkap di Prancis
Berita Terkini
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
22 menit yang lalu
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
36 menit yang lalu
Pendarahan Hebat, Wanita...
Pendarahan Hebat, Wanita Palestina Kehilangan Janin karena Tentara Israel Menahan Ambulans
1 jam yang lalu
Akankah Strategi Houthi...
Akankah Strategi Houthi Meniru Kendali Iran atas Selat Hormuz di Laut Merah Bisa Berhasil?
1 jam yang lalu
Prancis Samakan AS dengan...
Prancis Samakan AS dengan Korut, Amerika Walkout dari Pertemuan DK PBB
1 jam yang lalu
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
2 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved