Putra Mahkota Saudi Akhirnya Angkat Bicara Soal Khashoggi

Kamis, 25 Oktober 2018 - 01:26 WIB
Putra Mahkota Saudi...
Putra Mahkota Saudi Akhirnya Angkat Bicara Soal Khashoggi
A A A
RIYADH - Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), berjanji pembunuh Jamal Khashoggi akan dibawa ke pengadilan. Ini adalah komentar pertama MBS terkait kasus Khashoggi setelah sekian lama bungkam.

Pada konferensi investasi di Riyadh, MBS mengatakan bahwa Arab Saudi dan Turki akan bekerja sama untuk mendapatkan hasil dalam penyelidikan bersama atas pembunuhan kolumnis Washington Post itu.

"Insiden yang terjadi sangat menyakitkan, bagi semua orang Saudi. Insiden itu tidak dapat dibenarkan," kata MBS.

"Keadilan pada akhirnya akan muncul," imbuhnya seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (25/10/2018).

MBS menggambarkan kerja sama antara Riyadh dan Ankara sebagai sesutau yang "istimewa" meskipun ada kecaman sengit dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan para pembantunya.

Beberapa jam sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan MBS mempunyai tanggung jawab utama untuk operasi yang menyebabkan pembunuhan jurnalis Saudi.

Trump mengatakan dia ingin mempercayaiMBS ketika ia mengatakan bahwa para pejabat tingkat rendah harus disalahkan atas pembunuhan 2 Oktober di misi diplomatik Saudi. Namun ia menyatakan tanggung jawab ada pada level yang lebih tinggi

“Baiklah, pangeran menjalankan hal-hal di sana lebih pada tahap ini. Dia menjalankan berbagai hal dan jika ada yang mau, itu pasti dia,” cetus Trump.

Komentar Trump menumpuk tekanan pada sekutu dekatnya itu di tengah-tengah kecaman global atas kematian jurnalis, dan datang beberapa jam sebelum penampilan Pangeran Mohammed pada konferensi investasi Saudi.

Sejumlah tokoh bisnis dan politik ternama telah menarik diri dari konferensi tentang kematian wartawan itu, seorang kritikus terkemuka penguasa de facto Arab Saudi.

Sementara itu seorang penasihat presiden Turki mengatakan bahwa tangan MBS bersimbah darah Khashoggi, bahasa paling kasar dari seseorang yang terkait dengan Erdogan.

Otoritas Saudi tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar tentang pernyataan Trump dan penasihat Erdogan, tetapi MBS melukiskan gambaran berbeda tentang hubungan dengan Turki.

"Sekarang ada orang-orang yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi yang menyakitkan untuk menciptakan perpecahan antara kerajaan dan Turki," ujarnya.

"Saya ingin mengirim mereka pesan bahwa mereka tidak dapat melakukan ini selama Raja Salman ada di sini, dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman berada di Arab Saudi dan pemimpin Turki, yang namanya adalah Erdogan ... perpecahan ini tidak akan terjadi," tegasnya.

Riyadh telah menyalahkan "operasi jahat" atas kematian Khashoggi dan mengatakan putra mahkota tidak memiliki pengetahuan tentang pembunuhan itu.

Kematian Khashoggi, seorang warga AS dan kolumnis Washington Post, telah memicu kemarahan global dan mengancam hubungan antara Riyadh dan Washington serta negara-negara Barat lainnya.

Bagi sekutu Arab Saudi, pertanyaan yang memanas adalah apakah mereka percaya bahwa MBS, yang telah menggambarkan dirinya sebagai seorang reformis, mempunyai kesalahan dalam pembunuhan, sebuah kemungkinan yang diajukan oleh beberapa anggota parlemen AS.
(ian)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
17 menit yang lalu
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
9 jam yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
10 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
11 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
12 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
14 jam yang lalu
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved