Sesalkan Kematian Khashoggi, Trump Puji Langkah Saudi

Minggu, 21 Oktober 2018 - 00:43 WIB
Sesalkan Kematian Khashoggi,...
Sesalkan Kematian Khashoggi, Trump Puji Langkah Saudi
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump menyesalkan kematian Jamal Khashoggi , wartawan Arab Saudi pengkritik kerajaan. Namun, pemimpin Gedung Putih itu memuji langkah Riyadh termasuk dalam penyelidikan dan penangkapan 18 orang terkait kematian wartawan tersebut.

Trump mengatakan kematian Khashoggi tidak dapat diterima. Trump menolak desakan senator agar membatalkan penjualan senjata Washington ke Riyadh yang nilainya miliaran dolar AS. Pemimpin Amerika itu memuji Saudi sebagai sekutu penting untuk melawan Iran.

"Ini adalah langkah pertama yang baik. Ini adalah langkah besar," puji Trump terkait langkah penyelidikan Riyadh.

Dia mengakui akan ada beberapa pertanyaan yang akan muncul dan dia akan berurusan dengan Kongres tentang bagaimana untuk mengatasi masalah kasus kematian Khashoggi.

"Saya lebih suka jika akan ada beberapa bentuk sanksi, atau apa yang dapat kami tentukan untuk dilakukan jika ada," kata Presiden Trump .

"Tapi saya lebih suka bahwa kami tidak menggunakan retribusi, membatalkan pekerjaan senilai 110 miliar dolar, yang berarti 600.000 pekerjaan," ujarnya.

"Mereka (Riyadh) telah menjadi sekutu besar di Timur Tengah. Kami membutuhkan mereka sebagai keseimbangan balik terhadap Iran. Jadi ini bukan solusi yang paling sederhana. Ini bukan situasi yang paling sederhana," ujarnya.

Pemimpin Amerika ini mengaku akan menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk meminta rincian lebih lanjut terkait penyelidikan kasus kematian Khashoggi. Riyadh, kata dia, sudah menjanjikan akan memberikan laporan lengkap tentang apa yang terjadi pada wartawan tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Saudi mengumumkan bahwa Jamal Khashoggi tewas setelah berkelahi dengan sejumlah orang yang ditemuinya di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

"Penyelidikan masih berlangsung dan 18 warga Saudi telah ditangkap," bunyi pernyataan kejaksaan Saudi, yang dilansir Reuters.

Dalam pengumuman tersebut, penasihat istana Kerajaan Saudi; Saud al-Qahtani dan Wakil Kepala Intelijen Ahmed Asiri telah dipecat dari jabatannya.

Pengumuman ini mengejutkan karena dari awal Riyadh membantah jurnalis The Washington Post itu dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Nayef bin Abdulaziz membantah bahwa pemerintah memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi.

"Yang Mulia menegaskan bahwa apa yang telah beredar dengan adanya perintah untuk membunuhnya adalah kebohongan dan tuduhan tak berdasar terhadap pemerintah Kerajaan, yang menjunjung tinggi norma dan tradisinya dan sesuai dengan hukum internasional," tulis kantor berita negara Saudi, SPA, pada Sabtu pekan lalu (13/10/2018).

Gedung Putih dalam sebuah pernyataan merespons pengumuman Arab Saudi. Berikut pernyataan tertulis Gedung Putih yang dikutip dari akun Twitter juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders, @PressSec, Sabtu (20/10/2018);

Ketika dihadapkan dengan ancaman retribusi potensial oleh AS dan kekuatan dunia lainnya di tengah kemarahan meluas atas keterlibatan yang dituduhkan dalam kematian Khashoggi, Riyadh akhirnya mengakui bahwa wartawan kehilangan nyawanya dalam "pertarungan tinju" di dalam konsulat. Di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung, pihak berwenang Saudi juga mengumumkan penahanan 18 tersangka dalam kasus ini. Selanjutnya, Raja Salman memecat petinggi mata-mata dan mengeluarkan perintah untuk merombak Badan Intelijen Umum, sebuah tugas yang dia tugaskan kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman
.
(mas)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
2 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
3 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
4 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
5 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
5 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
7 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved