Merasa Disudutkan, Saudi Sebut Pembunuhan Jamal Khashoggi Bohong

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 07:57 WIB
Merasa Disudutkan, Saudi...
Merasa Disudutkan, Saudi Sebut Pembunuhan Jamal Khashoggi Bohong
A A A
RIYADH - Arab Saudi merasa disudutkan terkait laporan bahwa tim algojo Riyadh membunuh dan memutilasi wartawan pengkritik kerajaan, Jamal Khashoggi , di Konsulat Saudi di Istanbul. Riyadh menyebut pembunuhan berencana terhadap wartawan itu sebagai kebohongan.

Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Nayef bin Abdulaziz kesal dengan pemberitaan media asing yang menyatakan bahwa dia mengutuk kerajaan atas kematian wartawan tersebut.

"Yang Mulia juga menegaskan bahwa apa yang telah beredar dengan adanya perintah untuk membunuhnya adalah kebohongan dan tuduhan tak berdasar terhadap pemerintah Kerajaan, yang menjunjung tinggi norma dan tradisinya dan sesuai dengan hukum internasional," tulis kantor berita negara Saudi, SPA, yang dikutip Sabtu (13/10/2018).

Jamal Khashoggi, koresponden dan kolumnis The Washington Post, hilang sejak 2 Oktober 2018 ketika dia mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Dia mendatangi kantor diplomatik itu untuk mengurus dokumen yang dibutuhkan untuk pernikahannya yang akan datang.

Tunangan Khashoggi yang merupakan warga Turki, menunggu di luar gedung konsulat selama berjam-jam. Dia kemudian diberitahu oleh salah satu pegawai konsulat bahwa wartawan itu sudah pergi.Baca: Rekaman Kuatkan Dugaan Wartawan Khashoggi Dimutilasi Algojo Saudi
Para investigator Turki percaya bahwa jurnalis tersebut telah dibunuh di dalam kantor konsulat. Sebelumnya, sumber pemerintah Turki dan AS mengklaim memiliki rekaman audio dan video yang menguatkan dugaan bahwa wartawan itu disiksa, dibunuh dan dimutilasi tim algojo Saudi.

Kementerian Luar Negeri Saudi menyambut keputusan Turki untuk menyetujui dilakukannya penyelidikan bersama atas hilangnya Jamal Khashoggi.

Menurut laporan kantor berita Anadolu, delegasi dari Arab Saudi telah tiba di Ankara untuk mengambil bagian dalam penyelidikan bersama. Para pejabat Saudi diharapkan bertemu dengan rekan-rekannya dari Turki selama akhir pekan ini.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya mengatakan bahwa komentar otoritas Arab Saudi tidak meyakinkan. Dia menuntut Riyadh untuk membuktikan bahwa mereka tidak ada hubungannya dengan insiden yang menimpa Khashoggi.

Hilangnya Khashoggi telah menyebabkan para pejabat dan pemimpin bisnis memilih hengkang dari salah satu proyek besar yang dirancang Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Beberapa perusahaan Amerika dan pemimpin bisnis telah mengundurkan diri dari konferensi The Future Investment Initiative (FII atau Inisiatif Investasi Masa Depan) yang akan digelar di Arab Saudi. Keputusan para pemimpin bisnis itu sebagai respons atas hilangnya Khashoggi. Selain itu, Bloomberg, New York Times, Financial Times, CNN dan CNBC telah memutuskan hubungannya dengan konferensi tersebut.

Menurut laporan Reuters, Khashoggi diduga dibunuh karena kritiknya berdampak secara siginifikan terhadap politik Timur Tengah. Wartawan itu telah setahun terakhir tinggal di pengasingan di AS. Dia selama ini gencar mengkritik kebijakan Saudi, terutama kebijakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman terkait blokade Qatar dan perang di Yaman.
(mas)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
16 menit yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
1 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
2 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
3 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
4 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
7 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved