Kapal Perang AS Dekati Pulau Laut China Selatan yang Diklaim China

Senin, 01 Oktober 2018 - 13:25 WIB
Kapal Perang AS Dekati...
Kapal Perang AS Dekati Pulau Laut China Selatan yang Diklaim China
A A A
WASHINGTON - Sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) telah berlayar melintasi perairan Kepulauan Spratly, wilayah di Laut China Selatan yang diklaim China. Pentagon mengonfirmasi pelayaran kapal perang itu terjadi hari Minggu, 30 September 2018.

"Kapal perusak dengan rudal berpandu, USS Decatur, melakukan operasi kebebasan bernavigasi," kata seorang pejabat Pentagon kepada AFP, Senin (1/10/2018).

"Decatur berlayar dalam jarak 12 mil laut dari terumbu karang Gaven dan Johnson di Kepulauan Spratly," ujarnya.

Pejabat itu mengatakan semua operasi militer AS di area itu dirancang sesuai dengan hukum internasional."Menunjukkan bahwa Amerika Serikat akan terbang, berlayar dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan," paparnya.

Jarak 12 mil pada umumnya dinyatakan sebagai wilayah perairan pemilik pulau. Beijing sendiri mengklaim semua rantai Kepulauan Spratly.

Sejauh ini belum ada reaksi dari China. Namun, operasi serupa AS pada Juli lalu di Kepulauan Paracel yang juga diklaim Beijing telah membuat China marah dan mengerahkan kapal perang dan jet tempur.

Paracel, yang berada di utara Kepulauan Spratly, diklaim oleh China, Taiwan, dan Vietnam.

Pada tanggal 25 Mei, kapal perusak USS Dewey juga berlayar kurang dari 12 mil laut dari terumbu karang di Kepulauan Spratly.

Selain China, negara-negara yang memiliki klaim di kawasan Laut China Selatan adalah Taiwan, Filipina, Brunei, Malaysia, dan Vietnam.

Pekan lalu, Menteri Pertahanan AS James Mattis mengecilkan perselisihan baru-baru ini dengan China.

“Ini perairan internasional, teman-teman. Ini perairan internasional," kata Mattis saat mengomentari penerbangan pesawat pembom B-52 dan operasi kebebasan navigasi baru-baru ini oleh kapal perang AS lainnya.
(mas)
Berita Terkait
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pesawat Bomber AS dan...
Pesawat Bomber AS dan Kapal Induk China 'Pemanasan' di Laut China Selatan
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
41 menit yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
2 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
4 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
5 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
5 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
6 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved