AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional

Jum'at, 03 September 2021 - 21:12 WIB
loading...
AS: Undang-undang Maritim...
Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa rencana China untuk menerapkan peraturan baru di Laut China Selatan bertentangan dengan perjanjian internasional. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa rencana China untuk menerapkan peraturan baru di Laut China Selatan bertentangan dengan perjanjian internasional. Peraturan baru di bawah Undang-Undang Keselamatan Lalu Lintas Maritim China mulai berlaku pada 1 September.

Wakil Laksamana Penjaga Pantai AS, Michael F. McAllister mengatakan berdasarkan apa yang dia baca, peraturan baru itu tampaknya bertentangan langsung dengan perjanjian dan norma internasional. Baca juga: Ingin Kontrol LCS Sepenuhnya, China Sahkan Undang-undang Maritim Baru

“Jika pembacaan kami benar, ini sangat memprihatinkan dan itu karena mereka mulai membangun fondasi untuk ketidakstabilan, dan potensi konflik jika dipaksakan,” ujarnya, saat melakukan wawancara melalui sambungan telepon dengan jurnalis Asia Pasifik pada Jumat (3/9/2021).

“Jadi, apa yang dilakukan PenjagaPantai tentang itu?, kami bekerja dengan mitra di seluruh wilayah. Bahkan, saya akan menyampaikan bahwa kami berada di kawasan ini benar-benar sebagian untuk mendukung mitra utama yang semakin khawatir atas tindakan agresif dan terkadang koersif China, dan kekhawatiran mitra kita dengan kurangnya kemampuan atau kapasitas mereka untuk menanggapi secara memadai hal itu. tindakan,” sambungnya.

Sebelumnya diwartakan, China akan mewajibkan kapal asing untuk melaporkan tanda panggilan dan kargo mereka sebelum berlayar ke "laut teritorialnya", istilah yang berlaku untuk semua pulau yang diklaimnya diLaut China Selatan(LCS) dan sekitarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Terbitkan Surat Terbuka,...
Terbitkan Surat Terbuka, Zelensky Ajak Putin Bertemu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Rudal Iran Hantam Kota...
Rudal Iran Hantam Kota Tiberias Israel, Picu Kerusakan
Rekomendasi
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Berita Terkini
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved