Erdogan Desak Jerman Nyatakan Kelompok Gulen Teroris

Kamis, 27 September 2018 - 13:36 WIB
Erdogan Desak Jerman...
Erdogan Desak Jerman Nyatakan Kelompok Gulen Teroris
A A A
BERLIN - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Jerman untuk menyatakan gerakan Fethullah Gulen sebagai organisasi teroris. Kelompok itu dituding sebagai dalang upaya kudeta militer tahun 2016.

Desakan Erdogan disampaikan pada malam menjelang kunjungannya ke negara Eropa itu kemarin.

Jerman sebelumnya menolak permintaan serupa yang pernah diserukan Turki. Berlin menyatakan, perlu bukti lebih banyak untuk menyatakan kelompok Gulen sebagai organisasi teroris.

Fethullah Gulen adalah ulama Turki yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat. Dia dulunya sekutu Erdogan namun berubah jadi rival. Ankara telah lama menyatakan kelompok pendukung Gulen dengan nama Gulenist Terrorist Organization (FETO).

"Harapan utama kami dari republik federal (Jerman) adalah bahwa ia mengakui FETO sebagai pihak yang bertanggung jawab atas upaya pembunuhan, seperti yang dilakukan Inggris," tulis Erdogan di website koran Frankfurter Allgemeine Zeitung.

Hubungan antara Ankara dan Berlin telah dirusak oleh tindakan keras di Turki setelah upaya kudeta militer di Turki tahun 2016 gagal. Sejak kejadian itu, puluhan warga Jerman yang berada di negeri Erdogan dipenjara.

"Kami mengejar tujuan meningkatkan perdagangan dan hubungan ekonomi kami," tulis Erdogan. "Demi kemakmuran dan masa depan kedua negara kita, marilah kita meningkatkan kepentingan bersama dan mengurangi masalah kita," lanjut Erdogan, yang dilansir Reuters, Kamis (27/9/2018).

Ekonomi Turki pada saat ini berada dalam krisis, di mana beban utang luar negerinya meningkat akibat anjoloknya nilai mata uang lira. Ekonomi negara itu goyang setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi sebagai pembalasan atas penahanan seorang pastor Washington, Andrew Brunson, atas tuduhan mendukung terorisme.

Jerman adalah rumah bagi sekitar 3 juta orang dari latar belakang etnis Turki. Ankara pernah marah dengan Berlin karena memberikan suaka kepada orang yang diduga komplotan kudeta.

Erdogan dijadwalkan akan meresmikan masjid terbesar Eropa yang berdiri di Cologne pada hari Sabtu nanti. Para pejabat setempat memperingatkan Erdogan agar tidak berkampanye dalam peresmian masjid.

Jerman dan Uni Eropa telah mengandalkan Turki untuk membendung aliran pengungsi imbas dari perang Suriah. Krisis pengungsi pernah dialami Jerman tahun 2015, di mana 1 juta migran tiba di negara tersebut yang membuat Kanselir Angela Merkel dianggap sebagai pemimpin lemah.

"Ia membutuhkan uang, dan ia berharap mendapatkannya dari Jerman," kata mantan pemimpin Partai Hijau; Cem Ozdemir, seorang kritikus Erdogan yang kerap dicemooh media pro-pemerintah Turki.

"Kami harus menggunakan itu untuk berbicara kepada banyak orang yang membusuk di penjara Turki hanya karena tidak setuju dengan Erdogan," imbuh dia dalam wawancara dengan penyiar SWR.
(mas)
Berita Terkait
Turki Respons Keras...
Turki Respons Keras Komentar Vulgar Politisi Jerman pada Erdogan
Erdogan pada Merkel:...
Erdogan pada Merkel: Kapal Turki Tak Akan Hentikan Operasi
Merkel Berharap Jerman...
Merkel Berharap Jerman Bisa Terus Bekerjasama dengan Turki
Era Baru, Joachim Loew...
Era Baru, Joachim Loew Mau Perbaiki Hubungan dengan Oezil
Mengapa Erdogan Menjadi...
Mengapa Erdogan Menjadi Pemimpin Terkuat di Dunia? Salah Satunya Mendorong Kebangkitan Islam
Jerman Disebut Ogah...
Jerman Disebut Ogah Jual Jet Tempur Typhoon ke Turki karena Sebut Israel Negara Teroris
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
1 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
3 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved