Putin Bela Tersangka Kasus Serangan Racun Skripal

Kamis, 13 September 2018 - 00:28 WIB
Putin Bela Tersangka...
Putin Bela Tersangka Kasus Serangan Racun Skripal
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin membela dua pria yang menjadi tersangka serangan racun terhadap mantan agen mata-mata Moskow Sergei Skripal. Putin menyebut keduanya adalah warga sipil yang tidak bersalah.

"Mereka adalah warga sipil dan tidak ada catatan kriminal tentang mereka," kata Putin seperti dikutip dari AP, Kamis (13/9/2018).

Pernyataan Putin menandai pergeseran mendadak dari posisi Rusia sebelumnya atas kasus serangan racun yang telah merusak hubungan Moskow dan Barat. Awalnya, para pejabat Rusia mengatakan mereka tidak tahu siapa para pelaku dan mempertanyakan keaslian beberapa foto kamera keamanan dan video yang dirilis oleh pihak kepolisian Inggris yang menunjukkan mereka di London dan Salisbury, tempat terjadinya serangan racun.

Inggris pekan lalu menuduh dua pria Rusia secara in absentia. Keduanya diidentifikasi sebagai Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov. Pihak berwenang menuduh mereka adalah agen dari badan intelijen militer Rusia, GRU. Keduanya dituduh telah meracuni mantan agen Moskow Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Salisbury pada tanggal 4 Maret lalu.

Inggris menyalahkan pemerintah Rusia atas serangan itu, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Moskow.

Putin tidak mencoba membantah bukti-bukti Inggris, tetapi bersikeras bahwa para tersangka tidak bersalah.

"Kami tahu siapa orang-orang ini, kami telah menemukan mereka," kata Putin dalam menanggapi pertanyaan panel konferensi ekonomi di Vladivostok di Timur Jauh Rusia.

"Tidak ada yang spesial tentang itu, aku bisa jamin," imbuhnya.

Ditanya oleh moderator panel apakah para tersangka bekerja untuk militer, Putin menjawab bahwa mereka adalah warga sipil dan meminta orang-orang yang mengetahuinya untuk tampil ke muka dan berbicara kepada media.

Jurubicara Kremlin Dmitry Peskov kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa Putin tidak pernah bertemu dengan para tersangka dan Rusia tidak menyelidiki mereka tetapi hanya memeriksa laporan.
(ian)
Berita Terkait
Penyelidikan Inggris:...
Penyelidikan Inggris: Putin Dalang Serangan Racun Ganas Novichok terhadap Eks Mata-mata Rusia!
Bos Mata-mata Inggris:...
Bos Mata-mata Inggris: Putin Dipermalukan dengan Keretakan Elite Rusia
Rekrut Mata-mata Rusia,...
Rekrut Mata-mata Rusia, CIA Manfaatkan Kesempatan Melemahnya Putin
Bos Mata-mata GCHQ:...
Bos Mata-mata GCHQ: Tentara Rusia Membangkang Perintah di Ukraina
Ukraina Beber Identitas...
Ukraina Beber Identitas 620 Mata-mata Rusia, Klaim Pukulan bagi Putin
Mata-mata Cantik Rusia...
Mata-mata Cantik Rusia Anna Chapman Beraksi Lagi, Ini Misinya
Berita Terkini
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
35 menit yang lalu
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
1 jam yang lalu
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
2 jam yang lalu
Perang Iran Makin Panas,...
Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
3 jam yang lalu
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
4 jam yang lalu
2 Tentaranya Tewas,...
2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
5 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved