Turki kepada AS: Militan Kurdi Harus Tinggalkan Suriah
Rabu, 05 September 2018 - 10:13 WIB
Turki kepada AS: Militan Kurdi Harus Tinggalkan Suriah
A
A
A
ANKARA - Turki mengatakan kepada Amerika Serikat (AS) bahwa militan Kurdi harus benar-benar meninggalkan Suriah. Hal itu dikatakan Kementerian Pertahanan Kurdi karena kekerasan di wilayah Idol Suriah utara yang dikuasai pemberontak telah meningkat.
"Selama pembicaraan di Ankara, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan kepada perwakilan khusus AS untuk Suriah, James Jeffrey, bahwa Turki ingin militan Kurdi sepenuhnya meninggalkan kawasan itu," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/9/2018).
Dikatakan Akar dan Jeffrey juga membahas perkembangan terakhir di Suriah dan menteri menyampaikan ketidaknyamanan Turki dengan kehadiran militan Kurdi di wilayah tersebut.
Permintaan itu datang ketika pasukan Turki dan AS melakukan patroli gabungan di kota Manbij Suriah barat laut sebagai bagian dari road map untuk membersihkan wilayah militan YPG.
Turki marah dengan dukungan Washington untuk milisi YPG, yang dipandang Ankara sebagai perpanjangan tangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Turki juga telah melakukan dua operasi lintas perbatasan melawan YPG di Suriah.
Dalam sebuah langkah yang lama dicari oleh Turki, AS pada bulan Juni setuju untuk mengimplementasikan road map untuk kota Manbij, Suriah utara, di mana Ankara telah mengancam akan melakukan serangan darat meskipun pasukan AS ditempatkan di sana.
Ankara dan Washington baru-baru ini berdiri di atas kebuntuan atas nasib seorang pendeta asal AS yang diadili di Turki atas tuduhan terorisme yang dia bantah. Jurang eskalasi yang semakin melebar telah mengirim mata uang lira Turki jatuh sekitar 40 persen tahun ini.
"Selama pembicaraan di Ankara, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan kepada perwakilan khusus AS untuk Suriah, James Jeffrey, bahwa Turki ingin militan Kurdi sepenuhnya meninggalkan kawasan itu," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/9/2018).
Dikatakan Akar dan Jeffrey juga membahas perkembangan terakhir di Suriah dan menteri menyampaikan ketidaknyamanan Turki dengan kehadiran militan Kurdi di wilayah tersebut.
Permintaan itu datang ketika pasukan Turki dan AS melakukan patroli gabungan di kota Manbij Suriah barat laut sebagai bagian dari road map untuk membersihkan wilayah militan YPG.
Turki marah dengan dukungan Washington untuk milisi YPG, yang dipandang Ankara sebagai perpanjangan tangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Turki juga telah melakukan dua operasi lintas perbatasan melawan YPG di Suriah.
Dalam sebuah langkah yang lama dicari oleh Turki, AS pada bulan Juni setuju untuk mengimplementasikan road map untuk kota Manbij, Suriah utara, di mana Ankara telah mengancam akan melakukan serangan darat meskipun pasukan AS ditempatkan di sana.
Ankara dan Washington baru-baru ini berdiri di atas kebuntuan atas nasib seorang pendeta asal AS yang diadili di Turki atas tuduhan terorisme yang dia bantah. Jurang eskalasi yang semakin melebar telah mengirim mata uang lira Turki jatuh sekitar 40 persen tahun ini.
(ian)