Hamas Berharap Gencatan Senjata dengan Israel Segera Tercapai
Jum'at, 31 Agustus 2018 - 03:42 WIB
Hamas Berharap Gencatan Senjata dengan Israel Segera Tercapai
A
A
A
GAZA - Pemimpin Hamas di Jalur Gaza mengatakan prospek perjanjian gencatan senjata yang disponsori Mesir dengan Israel akan diputuskan dalam dua minggu. Demikian laporan situs berita lokal Palestina.
Pernyataan oleh Yahya Sinwar datang dalam pertemuan empat jam dengan para penulis dan analis politik di kantornya di Kota Gaza pada Rabu malam.
"Dalam dua minggu, prospek kesepakatan tenang akan jelas dan pada pertengahan Oktober, warga Palestina Gaza akan melihat perubahan positif, jika upaya Kairo berhasil," kata Sinwar dalam pertemuan itu seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (31/8/2018).
Sementara itu, ia membantah bahwa perundingan di Ibu Kota Mesir telah menjanjikan sebuah bandara untuk Gaza di kota Israel Eilat atau pelabuhan di Siprus.
"Hamas mencari kesepakatan yang tenang tanpa membayar harga politik," ujarnya.
Sinwar juga mengancam bahwa Hamas dapat membuat sirene tetap meraung di Israel selama enam bulan jika tidak ada gencatan senjata tercapai.
Terkait masalah wilayah Palestina, Sinwar bersikeras sebuah negara Palestina terbentang dari Laut Mediterania hingga ke Sungai Yordan sebagai tujuan akhir meskipun penerimaan sementara negara Palestina di perbatasan 1967.
Dia juga menuduh partai Fatah mencoba menghapus kehadiran Hamas di Jalur Gaza.
"Otorita Nasional Palestina harus mengangkat langkah-langkah hukuman di Gaza, membentuk pemerintah persatuan dan Dewan Nasional Palestina yang memilih komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)," jelas Sinwar.
Pemimpin Hamas di Gaza mengungkapkan bahwa gerakannya bekerja dengan mitra regional dan internasional untuk meringankan krisis keuangan badan PBB untuk pengungsi Palestina dan menciptakan lapangan kerja bagi 50.000 pengangguran dan lulusan baru.
Pernyataan oleh Yahya Sinwar datang dalam pertemuan empat jam dengan para penulis dan analis politik di kantornya di Kota Gaza pada Rabu malam.
"Dalam dua minggu, prospek kesepakatan tenang akan jelas dan pada pertengahan Oktober, warga Palestina Gaza akan melihat perubahan positif, jika upaya Kairo berhasil," kata Sinwar dalam pertemuan itu seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (31/8/2018).
Sementara itu, ia membantah bahwa perundingan di Ibu Kota Mesir telah menjanjikan sebuah bandara untuk Gaza di kota Israel Eilat atau pelabuhan di Siprus.
"Hamas mencari kesepakatan yang tenang tanpa membayar harga politik," ujarnya.
Sinwar juga mengancam bahwa Hamas dapat membuat sirene tetap meraung di Israel selama enam bulan jika tidak ada gencatan senjata tercapai.
Terkait masalah wilayah Palestina, Sinwar bersikeras sebuah negara Palestina terbentang dari Laut Mediterania hingga ke Sungai Yordan sebagai tujuan akhir meskipun penerimaan sementara negara Palestina di perbatasan 1967.
Dia juga menuduh partai Fatah mencoba menghapus kehadiran Hamas di Jalur Gaza.
"Otorita Nasional Palestina harus mengangkat langkah-langkah hukuman di Gaza, membentuk pemerintah persatuan dan Dewan Nasional Palestina yang memilih komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)," jelas Sinwar.
Pemimpin Hamas di Gaza mengungkapkan bahwa gerakannya bekerja dengan mitra regional dan internasional untuk meringankan krisis keuangan badan PBB untuk pengungsi Palestina dan menciptakan lapangan kerja bagi 50.000 pengangguran dan lulusan baru.
(ian)