Rencana Kontes Kartun Nabi Muhammad di Belanda Picu Kemarahan

Sabtu, 25 Agustus 2018 - 02:16 WIB
Rencana Kontes Kartun...
Rencana Kontes Kartun Nabi Muhammad di Belanda Picu Kemarahan
A A A
DEN HAAG - Anggota parlemen Belanda, Geert Wilders, yang dikenal anti-Islam nekat akan menggelar kontes kartun Nabi Muhammad di negaranya. Rencana itu telah memicu kemarahan di luar negeri, termasuk di Pakistan.

Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte pada hari Jumat menegaskan bahwa kontes itu bukan inisiatif pemerintah. Lomba kartun kontroversial itu akan digelar akhir November 2018 di kantor Partai Kebebasan atau Partij voor de Vrijheid (PVV) pimpinan Wilders.

"Wilders bukan anggota pemerintah. Kompetisi ini bukan inisiatif pemerintah," kata PM Rutte dalam konferensi pers mingguan.

Komentar Rutte muncul setelah rencana kontes itu memicu kemarahan di Pakistan. Pihak berwenang di Pakistan telah mengajukan protes diplomatik terhadap rencana Wilders. Menurut pemerintah Pakistan, kontes itu sebagai upaya untuk mencemarkan nama baik Islam.

Wilders merupakan politisi oposisi Belanda yang terkenal dengan kritik ganasnya terhadap Islam. Dia sebelumnya telah memicu kemarahan di negara-negara Muslim terkait pemutaran film tentang Islam. Dia hidup di bawah penjagaan ketat sepanjang waktu setelah mendapat ancaman pembunuhan.

Penggambaran fisik Allah dan Nabi Muhammad dianggap penistaan di bawah tradisi mainstream Islam.

PM Rutte mempertanyakan motif Wilders yang nekat menggelar kontes kartun Nabi Muhammad. "Tujuannya bukan untuk berdebat tentang Islam. Tujuannya adalah menjadi provokatif," kritik Rutte, seperti dikutip Fox News, Sabtu (25/8/2018).

Meski demikian, dia menegaskan bahwa orang-orang di Belanda memiliki hak kebebasan berbicara yang luas.

"Orang ini, Geert Wilders, dikenal karena menguji batas kebebasan berekspresi. Dia bebas melakukan itu," kata Rutte. "Kabinet ingin menegaskan (kontes) itu bukan inisiatif kabinet," ujar Rutte.

Sementara itu, dalam sebuah tweet, Wilders mengkritik reaksi Rutte dan menteri luar negeri-nya atas rencananya untuk menggelar kontes kartun Nabi Muhammad. "Itu menunjukkan bahwa kita diperintah oleh pemeluk Islam," tulis Wilders.

Dia mengatakan kontes itu tidak dimaksudkan sebagai provokasi. "Tetapi untuk menunjukkan bahwa kami tidak tawar-menawar dengan kebebasan kami," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Kantongi Lisensi Palsu,...
Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
7 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
8 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
9 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
10 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
11 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved