Berita Serangan Membunuh Wanita Hamil dan Bayi Bikin Israel Marah

Jum'at, 10 Agustus 2018 - 05:00 WIB
Berita Serangan Membunuh...
Berita Serangan Membunuh Wanita Hamil dan Bayi Bikin Israel Marah
A A A
TEL AVIV - Israel marah terhadap media yang memberitakan serangan udaranya di Gaza yang membunuh seorang wanita hamil dan bayi 18 bulan. Tel Aviv menilai pemberitaan itu bias karena tanpa penjelasan bahwa serangan itu sebagai respons atas serbuan sekitar 150 roket dari Jalur Gaza, Palestina.

Media yang jadi sasaran kemarahan Tel Aviv adalah BBC. Protes dari Kementerian Luar Negeri Israel memaksa media Inggris itu mengubah judul pemberitaannya.

"Israeli airstrikes ‘kill woman and baby'," bunyi judul berita utama media itu, yang terjemahannya adalah "Serangan udara Israel 'membunuh wanita dan bayi'.

"@BBCWorld ini adalah keluhan resmi oleh @IsraelMFA. Judul ini adalah salah saji yang disengaja tentang realitas (itu adalah padanan sopan dari kebohongan, jika Anda tidak mendapatkannya). Orang Israel dijadikan sasaran oleh Hamas dan IDF bertindak untuk melindungi mereka. Ubah itu segera!," tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon di Twitter melalui akun @EmmanuelNahshon.

Protes itu memaksa BBC mengubah judul pemberitaannya menjadi; "Gaza air strikes ‘kill woman and child’ after rockets hit Israel". Terjemahannya adalah, "Serangan udara Gaza 'membunuh perempuan dan anak' setelah roket menghantam Israel".

Nahshon marah pada apa yang dia anggap kurangnya konteks pemberitaan tersebut. Dia menilai judul itu tak sepenuhnya salah, namun konteks pemberitaannya tidak tepat.

Dia protes karena pemberitaan tersebut tidak menjelaskan latar belakang serangan udara Israel di Gaza, yakni sebagai respons terhadap lebih dari 100 roket yang ditembakkan ke Israel selatan dari Jalur Gaza. Serangan ratusan roket itu melukai sejumlah warga sipil Israel.

Deputi Dewan Yahudi Inggris ikut berkomentar atas kemarahan Israel terhadap pemberitaan tersebut.

"Sejak keluhan kami, @BBCNews telah membuat headline-nya sedikit lebih baik, tetapi ini masih merupakan inversi. Kota-kota Israel dihantam oleh 150 roket, mengirim puluhan ribu warga ke tempat penampungan. Tentunya headline harus mencerminkan hal ini," tulis lembaga itu di Twitter via akun @BoardofDeputies, yang dikutip Jumat (10/8/2018).

Wanita hamil di Gaza yang terbunuh oleh serangan udara militer Tel Aviv adalah Enas Khammash, 23. Sedangkan bayi 18 bulan yang ikut tewas adalah putri kandung perempuan tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Diam-diam, Inggris Latih...
Diam-diam, Inggris Latih Pasukan Keamanan Palestina untuk Lindungi Israel
Kelompok HAM Inggris:...
Kelompok HAM Inggris: Negara-negara Barat Mitra Kejahatan Israel terhadap Palestina
Tak Berambisi Akui Palestina,...
Tak Berambisi Akui Palestina, Inggris dan Kanada Hanya Jatuhkan Sanksi ke 2 Menteri Israel
Abbas Minta Kuartet...
Abbas Minta Kuartet Timur Tengah Mediasi Pembicaraan Damai dengan Israel
Gerak Cepat, Inggris...
Gerak Cepat, Inggris Akan Resmi Akui Negara Palestina Hari Ini
Tiru Inggris, AS Akan...
Tiru Inggris, AS Akan Akui Negara Palestina
Berita Terkini
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
16 menit yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
1 jam yang lalu
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
1 jam yang lalu
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
2 jam yang lalu
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
11 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
12 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved