Kelompok HAM Inggris: Negara-negara Barat Mitra Kejahatan Israel terhadap Palestina
Senin, 15 Mei 2023 - 22:01 WIB
loading...
Kehancuran di Gaza akibat pengeboman brutal Israel, pada 11 Mei 2023. Foto/Mohammed Asad/Middle East Monitor
A
A
A
LONDON - Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia (AOHR UK) yang berbasis di Inggris menuduh negara-negara Barat sebagai "mitra" dalam kejahatan Israel terhadap warga Palestina.
Lembaga itu menuntut Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi "Bersatu untuk Perdamaian" yang memaksa semua negara mencegah pasokan senjata mematikan ke Israel.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Minggu (14/5/2023), AOHR mengatakan agresi Israel di Jalur Gaza yang berlangsung selama lima hari mengakibatkan terbunuhnya 33 orang, termasuk enam anak dan tiga wanita, serta melukai 147 orang lainnya.
Infrastruktur di daerah kantong yang terkepung itu juga rusak parah akibat serangan brutal Israel tersebut.
Organisasi itu mengatakan, “Kerugian manusia dan material yang disebabkan selama periode agresi yang singkat ini menunjukkan pendudukan Israel menggunakan senjata mematikan dan dilarang secara internasional terhadap sasaran sipil, tanpa memperhatikan aturan perang, dengan sengaja menimbulkan kerugian terbesar pada warga sipil.”
Lembaga itu menuntut Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi "Bersatu untuk Perdamaian" yang memaksa semua negara mencegah pasokan senjata mematikan ke Israel.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Minggu (14/5/2023), AOHR mengatakan agresi Israel di Jalur Gaza yang berlangsung selama lima hari mengakibatkan terbunuhnya 33 orang, termasuk enam anak dan tiga wanita, serta melukai 147 orang lainnya.
Infrastruktur di daerah kantong yang terkepung itu juga rusak parah akibat serangan brutal Israel tersebut.
Organisasi itu mengatakan, “Kerugian manusia dan material yang disebabkan selama periode agresi yang singkat ini menunjukkan pendudukan Israel menggunakan senjata mematikan dan dilarang secara internasional terhadap sasaran sipil, tanpa memperhatikan aturan perang, dengan sengaja menimbulkan kerugian terbesar pada warga sipil.”
Lihat Juga :