Yaman Memanas, Iran Kirim Kapal Perang ke Teluk Aden
Jum'at, 22 Juni 2018 - 19:29 WIB
Yaman Memanas, Iran Kirim Kapal Perang ke Teluk Aden
A
A
A
TEHERAN - Iran mengirim dua kapal perang ke Teluk Aden, di mana selama sepekan terakhir pertempuran telah berkecamuk antara tentara Yaman dan pemberontak Houthi di provinsi Al-Hudaydah Yaman.
Menurut kantor berita semi resmi Iran, Tasnim, Teheran telah mengirim helikopter pengangkut dan kapal perusak angkatan lautnya ke wilayah tersebut seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (22/6/2018).
Teluk Aden adalah jalur air yang sangat strategis, menghubungkan antara Samudera Hindia dengan Laut Merah.
Sebelumnya pada hari Selasa, pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi berhasil menguasai bandara udara internasional Al-Hudaydah setelah bentrok dengan pemberontak Houthi.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, saat ini berbasis di kota pelabuhan Aden, dan sekutu-sekutunya menuduh kaum Houthi menggunakan Al-Hudaydah untuk menyelundupkan senjata ke negara itu dari Iran.
Yaman dikoyak oleh peperangan sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar negara itu termasuk Ibu Kota Sanaa.
Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni Arabnya - yang menuduh Houthi bertindak sebagai proxy untuk Syiah Iran - meluncurkan kampanye udara besar-besaran di Yaman yang bertujuan untuk memukul mundur kelompok Houthi.
Tahun berikutnya, pembicaraan damai yang disponsori PBB di Kuwait gagal mengakhiri konflik yang merusak tersebut.
Peperangan telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi. Hal ini mendorong PBB untuk menggambarkan situasi di negara termiskin itu sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern.
Menurut kantor berita semi resmi Iran, Tasnim, Teheran telah mengirim helikopter pengangkut dan kapal perusak angkatan lautnya ke wilayah tersebut seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (22/6/2018).
Teluk Aden adalah jalur air yang sangat strategis, menghubungkan antara Samudera Hindia dengan Laut Merah.
Sebelumnya pada hari Selasa, pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi berhasil menguasai bandara udara internasional Al-Hudaydah setelah bentrok dengan pemberontak Houthi.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, saat ini berbasis di kota pelabuhan Aden, dan sekutu-sekutunya menuduh kaum Houthi menggunakan Al-Hudaydah untuk menyelundupkan senjata ke negara itu dari Iran.
Yaman dikoyak oleh peperangan sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar negara itu termasuk Ibu Kota Sanaa.
Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni Arabnya - yang menuduh Houthi bertindak sebagai proxy untuk Syiah Iran - meluncurkan kampanye udara besar-besaran di Yaman yang bertujuan untuk memukul mundur kelompok Houthi.
Tahun berikutnya, pembicaraan damai yang disponsori PBB di Kuwait gagal mengakhiri konflik yang merusak tersebut.
Peperangan telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi. Hal ini mendorong PBB untuk menggambarkan situasi di negara termiskin itu sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern.
(ian)