Pelajari Tomahawk AS, Rusia Siapkan Sistem Perang Elektronik Baru

Selasa, 29 Mei 2018 - 13:36 WIB
Pelajari Tomahawk AS,...
Pelajari Tomahawk AS, Rusia Siapkan Sistem Perang Elektronik Baru
A A A
MOSKOW - Rusia akan mengembangkan sistem peperangan elektronik baru setelah mempelajari rudal Tomahawak Amerika Serikat (AS). Sistem ini akan dikembangkan dalam tiga tahun.

Militer Suriah menemukan dua rudal Tomahawk yang tidak meledak setelah serangan rudal besar-besaran terhadap Suriah oleh AS, Inggris dan Prancis pada 14 April lalu. Rudal-rudal tersebut kemudian diserahkan kepada Rusia.

"Atas dasar pengalaman ini (serangan rudal oleh koalisi Barat di Suriah), tugas-tugas teknis untuk pekerjaan baru sedang dipersiapkan sekarang," ujar penasihat untuk wakil direktur jenderal pertama KRET Rusia Vladimir Mikheev.

"Mereka akan mempertimbangkan semua informasi yang diperoleh untuk membantu kami membangun prototipe sistem peperangan elektronik baru," sambung Mikheev seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (29/5/2018).

KRET (Concern Radio-Electronic Technologies) adalah sebuah perusahaan induk di dalam kelompok usaha Rostec milik negara Rusia yang mengembangkan dan memproduksi peralatan radio elektronik, identifikasi negara, penerbangan dan radio elektronik, serta berbagai produk sipil.

"Memiliki rudal ini di tangan, kita dapat dengan jelas memahami saluran komunikasi, informasi dan kontrol, navigasi dan jangkauan yang ditemukannya. Dan mengetahui semua parameter ini, kita akan dapat lebih efektif melawan rudal jelajah ini di semua tahap penyebaran mereka dalam pertempuran," tegasnya.

Berbicara tentang kerangka waktu untuk pengembangan sistem baru, Mikheev mencatat bahwa sesuai dengan persyaratan negara sebagai pelanggan, siklus pengembangan penuh pada sistem peperangan elektronik membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun dan prototipe ini tidak akan menjadi pengecualian.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
13 menit yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
1 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
2 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
3 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved