Iran Ancam Lanjutkan Pengayaan Uranium 20 Persen

Minggu, 20 Mei 2018 - 01:49 WIB
Iran Ancam Lanjutkan...
Iran Ancam Lanjutkan Pengayaan Uranium 20 Persen
A A A
TEHERAN - Iran mengancam akan melanjutkan pengayaan uranium 20 persen jika Uni Eropa gagal menghormati kesepakatan nuklir 2015 setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari perjanjian tersebut. Ancaman ini disampaikan Kepala Organisasi Energi Atom negara tersebut, Ali Akbar Salehi.

"Jika pihak lain terus berkomitmen pada janji-janjinya, kami juga akan menepati janji kami," kata Salehi.

"Kami harap situasinya tidak akan sampai pada titik bahwa kami harus kembali ke pilihan terburuk," lanjut Salehi yang dikutip Reuters, Minggu (20/5/2018). "Ada semua kemungkinan, kita bisa memulai pengayaan (uranium) 20 persen."

Jika pengayaan uranium 20 persen dilanjutkan, Iran akan selangkah lebih dekat untuk memperoleh bahan senjata nuklir. Sebab, langkah itu juga membuat Teheran akan lebih mudah dan lebih cepat untuk memperkaya uranium ke tingkat 90 persen, angka yang diperlukan untuk membuat bom nuklir.

Ancaman Teheran muncul setelah Presiden Donald Trump secara resmi menarik AS keluar dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA)—nama resmi kesepakatan nuklir Iran 2015—dua minggu lalu. Trump berdalih JCPOA merupakan pakta yang cacat.

Dalam JCPOA, Iran sepakat mengekang program nuklirnya. Sebagai imbalannya, sanksi atau embargo yang menyengsarakan Teheran selama bertahun-tahun akan dicabut oleh negara-negara yang meneken kesepakatan tersebut.

Langkah "pengkhianatan" AS oleh Trump itu tak hanya membuat Iran marah. Para penandatangan JCPOA seperti Uni Eropa, Rusia dan China, kesal.

Sejauh ini, Uni Eropa, Rusia dan China telah menyuarakan dukungan mereka untuk mempertahankan kesepakatan nuklir Iran 2015.

"Selama Iran menghormati komitmen mereka, Uni Eropa tentu akan tetap pada kesepakatan yang merupakan arsitek," kata kepala Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dalam sebuah konferensi di Bulgaria pada hari Kamis lalu.

Uni Eropa juga berjanji untuk menetralisir efek dari kemungkinan sanksi AS terhadap perusahaan-perusahaan Eropa yang berurusan dengan Iran.
(mas)
Berita Terkait
Buntu, Iran Minta Bantuan...
Buntu, Iran Minta Bantuan Eropa Kembalikan AS ke Perjanjian Nuklir
UE: Pembicaraan untuk...
UE: Pembicaraan untuk Hidupkan Kembali Kesepakatan Nuklir Iran Hampir Rampung
Negosiator Pembicaraan...
Negosiator Pembicaraan Nuklir AS, UE dan Iran Gelar Pertemuan Mendadak di Wina
AS dan Eropa Khawatir...
AS dan Eropa Khawatir Israel Sedang Persiapkan Serangan ke Iran
Tim Inspektur IAEA Pertama...
Tim Inspektur IAEA Pertama Kembali ke Iran, Bersiap Mulai Bekerja
Iran Ingatkan Eropa...
Iran Ingatkan Eropa dan AS Tidak Buat Permintaan Aneh Soal Kesepakatan Nuklir
Berita Terkini
5 Pesan Penting dari...
5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
44 menit yang lalu
3 Alasan Mojtaba Tidak...
3 Alasan Mojtaba Tidak Menghadiri Pemakaman Ayahnya, Ada Indikasi Serangan Israel
1 jam yang lalu
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
4 jam yang lalu
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
8 jam yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
8 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved