Tim Inspektur IAEA Pertama Kembali ke Iran, Bersiap Mulai Bekerja

Rabu, 27 Agustus 2025 - 12:46 WIB
loading...
Tim Inspektur IAEA Pertama...
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Kelompok inspektur pertama Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah kembali ke Iran dan bersiap untuk memulai pekerjaannya. Kabar itu diungkap Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi pada hari Selasa (26/8/2025).

"Kami telah berdiskusi dengan mereka (otoritas Iran). Tim inspektur pertama IAEA telah kembali ke Iran, dan kami akan segera memulai (inspeksi)," ujar Grossi kepada Fox News.

Pada tanggal 26 Agustus, perundingan antara Iran dan negara-negara E3 - Inggris, Jerman, dan Prancis - berlangsung dengan latar belakang pernyataan negara-negara E3 tentang kesiapan mereka untuk menggunakan mekanisme pemulihan sanksi internasional jika Teheran tidak menyetujui kesepakatan nuklir pada akhir Agustus atau untuk memperpanjang Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, yang berakhir pada 18 Oktober 2025.

Negara-negara Eropa menuntut agar Iran memulai negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan baru terkait kesepakatan nuklir Iran.

Kesepakatan nuklir antara Iran dan negara-negara besar dunia, dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action, JCPOA), tercapai pada Juli 2015.

Dalam perjanjian ini, Iran setuju membatasi program nuklirnya dengan cara mengurangi jumlah sentrifugal, menurunkan tingkat pengayaan uranium hingga 3,67%, dan membatasi stok uranium yang diperkaya.

Sebagai imbalannya, Iran menerima pelonggaran sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh PBB, Uni Eropa, dan Amerika Serikat, meskipun sanksi terkait program rudal dan kebijakan luar negeri Iran tetap berlaku.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Rusia Hancurkan Kapal...
Rusia Hancurkan Kapal Kargo Bawa Senjata untuk Ukrina di Pulau Ular Laut Hitam
Rekomendasi
Nico Williams Hadiahkan...
Nico Williams Hadiahkan Medali Emas Piala Dunia 2026 untuk Sang Ibunda
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Infografis
Pasukan Korea Utara...
Pasukan Korea Utara Kembali ke Garis Depan Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved