Iran Ingatkan Eropa dan AS Tidak Buat Permintaan Aneh Soal Kesepakatan Nuklir

Rabu, 21 April 2021 - 15:32 WIB
loading...
Iran Ingatkan Eropa...
Araqchi mengingatkan Amerika Serikat (AS) dan Eropa untuk tidak membuat permintaan tidak masuk akal, yang bisa membuat pembicaraan itu berakhir seketika. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengatakan, pembicaraan di Wina, Austria untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran berjalan mulus. Namun, Araqchi mengingatkan Amerika Serikat (AS) dan Eropa untuk tidak membuat permintaan tidak masuk akal, yang bisa membuat pembicaraan itu berakhir seketika.

Araqchi mengatakan, bahwa dia menilai tren pembicaraan saat ini di Wina sebagai sebuah kemajuan, terlepas dari kesulitan dan tantangan yang ada. Baca juga: Iran Puji Sikap Indonesia Soal Kesepakatan Nuklir

"Delegasi Iran akan menghentikan pembicaraan setiap kali proses negosiasi mengarah pada tuntutan yang tidak masuk akal, membuang waktu dan tawar-menawar yang tidak rasional," kata Araqchi.

"Terlalu dini untuk menilai hasil atau untuk mengatakan apakah kami optimis atau pesimis, tapi kami pikir kami berada di jalur yang benar," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (21/4/2021).

Sebelumnya, Presiden AS, Joe Biden juga mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk mengetahui apakah pembicaraan Winaakan berhasil menghidupkan kembali kesepakatan nuklir. Baca juga: Eks Jenderal Israel Akui Sulit Menghancurkan Program Nuklir Iran

Biden mengatakan, AS tidak berpikir bahwa pembicaraan itu sama sekali membantu, karena Iran terus meningkatkan pengayaan uranium. Ini adalah sebuah langkah yang diambil sebagai tanggapan terhadap sabotase pada fasilitas nuklir yang diyakini telah dilakukan oleh Israel.

"Meski demikian, kami tetap senang bahwa Iran terus setuju untuk terlibat dalam diskusi. Saya pikir itu terlalu dini untuk membuat penilaian seperti apa hasilnya nanti, tapi saya pikir kita masih berbicara," ucapnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved