Bela Palestina, Saudi Kecam Relokasi Kedutaan AS ke Yerusalem

Jum'at, 18 Mei 2018 - 06:45 WIB
Bela Palestina, Saudi...
Bela Palestina, Saudi Kecam Relokasi Kedutaan AS ke Yerusalem
A A A
KAIRO - Pemerintah Arab Saudi mengecam pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menegaskan bahwa Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud tak ragu membela Palestina untuk mendapatkan haknya.

Kecaman dari Riyadh disampaikan Menlu Jubeir dalam pertemuan darurat Liga Arab di Kairo, Mesir, hari Kamis. "Memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem bertentangan dengan hukum internasional," katanya.

Pertemuan darurat itu juga membahas krisis di Gaza, di mana pasukan Israel telah membunuh lebih dari 60 demonstran Palestina yang menggelar aksi "Great Return March" untuk menandai 70 tahun Hari Nakba.

"Kami menolak langkah (relokasi) Kedutaan AS ke Yerusalem dan menganggapnya sebagai (kebijakan) bias terhadap kepentingan Palestina," ujar Jubeir, yang dikutip dari Al Arabiya, Jumat (18/5/2018).

"Sikap internasional telah menolak keputusan Amerika. Menekankan bahwa mengubah status Yerusalem tidak memiliki efek hukum," imbuh Jubeir mengacu pada pengakuan sepihak Presiden AS Donald Trump bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Raja Salman bin Abduaziz telah menekankan bahwa kerajaan tidak akan ragu untuk mendukung orang-orang Palestina guna mendapatkan hak mereka yang sah," lanjut Jubeir.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Abu al-Gheit menuntut penyelidikan internasional yang kredibel atas kejahatan pasukan pendudukan Israel di perbatasan Gaza. "(Liga Arab) menekankan bahwa keputusan memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem ditolak di semua tahap," katanya.

"Ini keputusan yang tidak bertanggung jawab, yang akan membawa kawasan ini ke situasi tegang," imbuh Gheit.

Menurut Gheit, Liga Arab juga mengutuk dan menyesalkan tindakan yang diambil oleh Republik Guatemala kemarin ikut memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Menurutnya, hubungan negara-negara Arab dengan Guatemala harus ditinjau ulang.

Menteri Negara Urusan Luar Negeri Uni Emirat Arab Anwar Gargash menyerukan penyelidikan internasional terhadap pembantaian pasukan Israel terhadap puluhan demonstran Palestina Gaza. "Kami akan menyerukan intervensi internasional untuk melindungi Palestina," katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki berterima kasih kepada Arab Saudi atas undangannya untuk pertemuan darurat Liga Arab.

Dia menyarankan negara-negara Arab untuk merenungkan posisi duta besar mereka di Washington sebagai tanggapan terhadap atas relokasi Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shukri mengatakan bahwa pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem merupakan keputusan yang tidak sah.
(mas)
Berita Terkait
Arab Saudi Kutuk Keras...
Arab Saudi Kutuk Keras Agresi Israel di Wilayah Palestina
Arab Saudi Kecam Keputusan...
Arab Saudi Kecam Keputusan Israel Bangun 800 Unit Permukiman Baru
Israel Intensifkan Pencaplokan...
Israel Intensifkan Pencaplokan Tepi Barat, Arab Saudi Marah Besar!
Apakah Arab Saudi Membantu...
Apakah Arab Saudi Membantu Palestina? Berikut Penjelasannya
Pangeran Arab Saudi:...
Pangeran Arab Saudi: Kerajaan Akan Akui Negara Israel Jika....
Presiden Israel Sebut...
Presiden Israel Sebut Normalisasi dengan Arab Saudi Jadi Kunci untuk Akhiri Perang
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
3 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
4 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
6 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
6 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
8 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved