Pertemuan Antar Korea, Media Korut: Era Baru Dimulai
Sabtu, 28 April 2018 - 23:23 WIB
Pertemuan Antar Korea, Media Korut: Era Baru Dimulai
A
A
A
PYONGYANG - Media Korea Utara (Korut) menyambut baik pertemuan bersejarah antar Korea. Pertemuan antara Pemimpin Korut dan Korea Selatan (Korsel). Pertemuan antara Pemimpin Korut Kim Jong-un dengan Presiden Korsel Moon Jae-in itu disebut sebagai membuka jalan bagi dimulainya era baru.
Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in setuju untuk bekerja sama guna membersihkan Semenanjung Korea dari senjata nuklir.
"Kedua belah pihak bertukar pandangan dengan jujur dan terbuka tentang hal-hal yang menjadi perhatian bersama termasuk masalah meningkatkan hubungan utara-selatan, memastikan perdamaian di Semenanjung Korea dan denuklirisasi semenanjung," bunyi laporan yang diturunkan KCNA seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (28/4/2018).
KCNA juga menulis bahwa pertemuan yang ditutup dengan acara makan malam bersama itu dibungkus dalam suasana damai yang dipenuhi dengan perasaan kekerabatan.
Sehari setelah pertemuan bersejarah itu, media Korsel memutar kembali adegan-adegan yang mencolok dari kedua pemimpin Korea. Sementada media Korut merilis selebaran multi halaman dengan lebih dari 60 foto dari kunjungan tersebut.
Pada Sabtu sore, televisi negara Korut menyiarkan rekaman pertama dari pertemuan tersebut.
Sebagian besar komitmen spesifik yang diuraikan dalam deklarasi resmi berfokus pada hubungan antar-Korea dan tidak menjawab pertanyaan apakah Pyongyang bersedia menyerahkan senjata nuklir dan rudal balistiknya.
Selama bertahun-tahun, Pyongyang bersikeras bahwa mereka tidak akan pernah menyerahkan persenjataan nuklirnya, yang diklaimnya diperlukan untuk mempertahankan diri terhadap agresi AS.
Dalam liputan mereka tentang KTT itu, media Korut juga membuat pernyataan langka tentang diskusi denuklirisasi, tetapi tidak membahas secara spesifik, melainkan menyoroti tema luas perdamaian, kemakmuran, dan persatuan Korea.
Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in setuju untuk bekerja sama guna membersihkan Semenanjung Korea dari senjata nuklir.
"Kedua belah pihak bertukar pandangan dengan jujur dan terbuka tentang hal-hal yang menjadi perhatian bersama termasuk masalah meningkatkan hubungan utara-selatan, memastikan perdamaian di Semenanjung Korea dan denuklirisasi semenanjung," bunyi laporan yang diturunkan KCNA seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (28/4/2018).
KCNA juga menulis bahwa pertemuan yang ditutup dengan acara makan malam bersama itu dibungkus dalam suasana damai yang dipenuhi dengan perasaan kekerabatan.
Sehari setelah pertemuan bersejarah itu, media Korsel memutar kembali adegan-adegan yang mencolok dari kedua pemimpin Korea. Sementada media Korut merilis selebaran multi halaman dengan lebih dari 60 foto dari kunjungan tersebut.
Pada Sabtu sore, televisi negara Korut menyiarkan rekaman pertama dari pertemuan tersebut.
Sebagian besar komitmen spesifik yang diuraikan dalam deklarasi resmi berfokus pada hubungan antar-Korea dan tidak menjawab pertanyaan apakah Pyongyang bersedia menyerahkan senjata nuklir dan rudal balistiknya.
Selama bertahun-tahun, Pyongyang bersikeras bahwa mereka tidak akan pernah menyerahkan persenjataan nuklirnya, yang diklaimnya diperlukan untuk mempertahankan diri terhadap agresi AS.
Dalam liputan mereka tentang KTT itu, media Korut juga membuat pernyataan langka tentang diskusi denuklirisasi, tetapi tidak membahas secara spesifik, melainkan menyoroti tema luas perdamaian, kemakmuran, dan persatuan Korea.
(ian)