Dikunjungi Putra Mahkota Saudi, Inggris Jual 48 Jet Tempur Typhoon

Sabtu, 10 Maret 2018 - 06:39 WIB
Dikunjungi Putra Mahkota...
Dikunjungi Putra Mahkota Saudi, Inggris Jual 48 Jet Tempur Typhoon
A A A
LONDON - Arab Saudi akan membeli 48 pesawat jet tempur Typhoon buatan BAE Systems Inggris. Produsen senjata itu mengumumkan pesanan Riyadh diakhir kunjungan tiga hari Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Inggris.

Pesanan puluhan jet tempur itu akan membantu menyelamatkan lapangan pekerjaan di Inggris. Tapi, kontrak penjualan tersebut dikecam oleh aktivis anti-perang yang sebelumnya memprotes kunjungan Pangeran Mohammed terkait agresi Saudi di Yaman.

Inggris telah menandatangani sebuah nota kesepahaman dengan Saudi sebagai bagian awal kesepakatan pembelian 48 jet tempur Typhoon.

Kepala Eksekutif BAE Systems, Charles Woodburn, menggambarkan pesanan puluhan pesawat tempur itu sebagai berita baik.”Langkah positif untuk menyetujui sebuah kontrak bagi mitra kami yang terhormat, Kerajaan Arab Saudi. Kami berkomitmen untuk mendukung kerajaan tersebut yang saat ini sedang memodernisasi angkatan bersenjatanya,” kata Woodburn, seperti dikutip The Guardian, Sabtu (10/3/2018).

Penjualan jet tempur Typhoon telah melambat dan BAE Systems mengumumkan pemutusan hubungan kerja sekitar 1.400 pekerja pada bulan Oktober lalu. Namun, prospek kesepakatan dengan Saudi memberikan harapan baru.

Selain Saudi, Qatar juga memesan 24 jet tempur serupa.

Penjualan senjata Inggris ke Arab Saudi telah diwarnai skandal pembayaran gelap untuk mendatangkan kontrak al-Yamamah, sebuah kesepakatan senjata terbesar Inggris senilai 43 miliar poundsterling.

Andrew Smith, juru bicara Campaign Against Arms Trade, mengatakan bahwa sejak pemboman Yaman dimulai pada tahun 2015, Inggris memiliki lisensi penjualan senjata senilai 4,6 miliar poundsterling ke Arab Saudi.

”Jika disepakati, kesepakatan yang memalukan ini akan dirayakan di Istana Riyadh dan oleh perusahaan senjata yang akan mendapatkan keuntungan darinya, tapi itu berarti penghancuran yang lebih besar lagi bagi masyarakat Yaman,” kritik Smith.

Typhoon bisa menjadi pesawat tempur terakhir Inggris. Dengan pertimbangan biaya yang dikeluarkan, Kementerian Pertahanan Inggris merasa lebih murah untuk membeli pesawat dari AS atau tempat lain ketimbang memproduksi sendiri.
(mas)
Berita Terkait
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
Yaman Umumkan Pembentukan...
Yaman Umumkan Pembentukan Pemerintahan Baru
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Balas Dendam, Arab Saudi...
Balas Dendam, Arab Saudi Mengamuk di Yaman
Akui Potensi Kejahatan...
Akui Potensi Kejahatan Perang di Yaman, Inggris Tetap Jual Senjata ke Saudi
Saudi Berhasil Bersihkan...
Saudi Berhasil Bersihkan 400.000 Ranjau Darat di Yaman
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
1 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
2 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
3 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
4 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
5 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
6 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved