Putra Mahkota Saudi Didemo di London karena Agresi di Yaman

Kamis, 08 Maret 2018 - 06:53 WIB
Putra Mahkota Saudi...
Putra Mahkota Saudi Didemo di London karena Agresi di Yaman
A A A
LONDON - Ratusan demonstran di London, Inggris, memprotes kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu dianggap bertanggung jawab atas agresi di Yaman yang menyebabkan penderitaan.

Demonstrasi pecah saat Pangeran Mohammed melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May, hari Rabu.

Ratusan demonstran berdiri di Downing Street dengan membawa berbagai spanduk kecaman Saudi atas perang di Yaman. “Hands off Yemen,” bunyi salah satu tulisan spanduk yang ditujukan pada pangeran Saudi tersebut. ”Tidak ada lagi keuntungan dari perang bin Salman,” bunyi spanduk lain.

Saudi dan sekutu Teluknya melakukan agresi di Yaman untuk memerangi pemberontak Houthi. Agresi itu atas permintaan Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi yang nyaris digulingkan pemberontak Houthi.

Tak hanya agresi, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah mempertahankan blokade terhadap wilayah di Yaman yang dikuasai Houthi. Blokade itu membuat bantuan makanan dan obat-obatan tidak bisa masuk dan memicu wabah kolera dan bencana kelaparan.

“Saya datang ke demonstrasi ini karena dukungan pemerintah Inggris untuk Saudi adalah tindakan yang sangat buruk dalam sejarah kebijakan luar negeri Inggris dan saya terus terang hanya mempermalukan negara karena melakukan sesuatu yang tidak etis, yang secara aktif membantu pemerintah Saudi dalam perang yang menghancurkan di Yaman,” kata Robin McGhee, 26, salah seorang demonstran kepada Al Jazeera, yang dilansir Kamis (8/3/2018).

Garry, seorang guru berusia 35 tahun yang menolak memberikan nama belakangnya, juga mengecam kunjungan Pangeran Mohammed karena kebijakan Perang Yaman. “Saya pikir kunjungan MbS adalah ‘sangat mengerikan’, di mana dengan kebijakan luar negeri Inggris yang salah kami menjual senjata ke Saudi saat mengebom Yaman, menyebabkan kematian dan bencana kelaparan,” ujarnya.

Anggota parlemen Partai Buruh Chris Williamson, yang hadir dalam demonstrasi tersebut, juga menolak kunjungan pewaris takhta Saudi itu. Dia ikut menyalahkan Inggris karena memasok senjata kepada Saudi.

Menurut data pemerintah Inggris, London meraup lebih dari USD1,5 miliar dari penjualan armada tempur ke Arab Saudi pada 2017. Data itu telah memicu kemarahan publik yang menyerukan agar PM May mengakhiri penjualan senjata ke Arab Saudi.
(mas)
Berita Terkait
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
Yaman Umumkan Pembentukan...
Yaman Umumkan Pembentukan Pemerintahan Baru
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Balas Dendam, Arab Saudi...
Balas Dendam, Arab Saudi Mengamuk di Yaman
Akui Potensi Kejahatan...
Akui Potensi Kejahatan Perang di Yaman, Inggris Tetap Jual Senjata ke Saudi
Saudi Berhasil Bersihkan...
Saudi Berhasil Bersihkan 400.000 Ranjau Darat di Yaman
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
1 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
2 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
3 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
4 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
5 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
6 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved