AS Bilang Pakistan Kembangkan Senjata Nuklir Jenis Baru

Kamis, 15 Februari 2018 - 10:18 WIB
AS Bilang Pakistan Kembangkan...
AS Bilang Pakistan Kembangkan Senjata Nuklir Jenis Baru
A A A
WASHINGTON - Pakistan sedang mengembangkan senjata nuklir jenis baru, termasuk senjata taktis jarak pendek, yang membawa lebih banyak risiko di wilayah tersebut. Demikian peringatan Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) Dan Coats.

Pernyataan Coats muncul beberapa hari setelah sekelompok milisi Jaish-e-Muhammad yang berbasis di Pakistan menyerang Kamp Militer Sunjuwan di Jammu. Serangan itu menewaskan tujuh orang termasuk enam tentara.

Pernyataan Coats disampaikan kepada anggota parlemen saat rapat dengar pendapat mengenai ancaman di seluruh dunia. Rapat diselenggarakan oleh Komite Intelijen Senat pada hari Selasa waktu AS.

Dia memperingatkan bahwa Pakistan terus memproduksi senjata nuklir dan mengembangkan senjata nuklir jenis baru, termasuk senjata taktis jarak pendek, rudal jelajah berbasis laut, rudal peluncur udara, dan rudal balistik jarak jauh.

Senjata-senjata itu, ujar Coats, akan memperkenalkan risiko baru untuk dinamika eskalasi dan keamanan di kawasan ini. Coats juga memperingatkan bahwa kelompok milisi yang didukung Pakistan akan terus melakukan serangan di India, sehingga mempertaruhkan eskalasi ketegangan antara kedua negara bertetangga tersebut.

”Kelompok militan yang didukung oleh Islamabad akan terus memanfaatkan tempat persembunyian mereka di Pakistan untuk merencanakan dan melakukan serangan di India dan Afghanistan, termasuk terhadap kepentingan AS,” kata Coats dalam rapat bertajuk “Worldwide Threat Assessment”, yang dikutip dari Press Truts of India (PTI), Kamis (15/2/2018).

Selain Pakistan, Coats menyebut Korea Utara akan menjadi ancaman dengan senjata pemusnah massal selama beberapa tahun ke depan.

Sejarah teknologi rudal balistik Korea Utara dilaporkan terkait dengan kerja sama beberapa negara, termasuk Iran dan Suriah. Suriah sendiri pernah dibantu dalam pembangunan reaktor nuklir yang pada akhirnya dihancurkan pada tahun 2007.

Pada tahun 2017 Korea Utara secara berturut-turut melakukan sejumlah tes rudal balistik, termasuk tes rudal balistik antarbenua (ICBM).

Pyongyang yang dipimpin diktator Kim Jong-un berkomitmen untuk mengembangkan rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir serta dapat menimbulkan ancaman langsung ke Amerika Serikat.
(mas)
Berita Terkait
AS Beri F-16 Senilai...
AS Beri F-16 Senilai Rp11,43 Triliun kepada Pakistan, Apa Itu Sinyal Bahaya bagi India?
Pakistan Bantah Lakukan...
Pakistan Bantah Lakukan Pembicaraan Diam-diam dengan India
Menhan Pakistan: AS...
Menhan Pakistan: AS Memanfaatkan Islamabad Lalu Membuangnya seperti Tisu Toilet
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Pakistan-India Bertukar...
Pakistan-India Bertukar Daftar Tahanan dan Aset Nuklir
Darah Akan Banyak Mengalir,...
Darah Akan Banyak Mengalir, Pakistan Siapkan Skenario Kejutan jika Perang dengan India
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
4 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
5 jam yang lalu
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
6 jam yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
7 jam yang lalu
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
8 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved