AS Sebut Suriah Mungkin Kembangkan Senjata Kimia Jenis Baru

Jum'at, 02 Februari 2018 - 04:33 WIB
AS Sebut Suriah Mungkin...
AS Sebut Suriah Mungkin Kembangkan Senjata Kimia Jenis Baru
A A A
WASHINGTON - Seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) mengatakan pemerintah Suriah mungkin sedang mengembangkan senjata kimia jenis baru. Presiden AS, Donald Trump, siap kembali memerintahkan aksi militer terhadap pasukan pimpinan Suriah Bashar al-Assad jika diperlukan untuk mencegah serangan kimia.

"Pemerintah Assad diyakini telah menyimpan sebagian dari persediaan bahan kimianya meskipun ada kesepakatan AS-Rusia dimana Damaskus seharusnya menyerahkan semua senjata tersebut untuk penghancuran pada tahun 2014," kata pejabat tersebut seperti dilansir dari Reuters, Jumat (2/2/2018).

Dikatakan oleh pejabat tersebut pasukan Assad terus menerus menggunakan senjata kimia dalam jumlah yang sedikit sejak serangan mematikan pada April lalu. Serangan senjata kimia ini memicu serangan rudal AS terhadap sebuah pangkanlan udara Suriah.

Menurut pejabat tersebut, karakteristik beberapa serangan baru-baru ini menunjukkan bahwa Suriah mungkin telah mengembangkan senjata dan metode baru untuk mengirimkan bahan racun kimia, yang mungkin akan membuat lebih sulit untuk melacak asal usulnya. Tapi pejabat tersebut menolak memberikan spesifikasinya.

Serangan gas sarin yang mematikan di daerah yang dikuasai pemberontak pada bulan April mendorong Trump untuk memerintahkan serangan rudal tahun lalu. Serangan rudal itu menyasar pangkalan udara Shayrat, yang disebut menjadi lokasi Suriah meluncurkan serangan tersebut.

"Kami berhak menggunakan kekuatan militer untuk menangkal atau mencegah penggunaan senjata kimia," kata seorang pejabat, sambil menolak untuk menentukan seberapa serius serangan kimia harus dilakukan untuk menarik tanggapan militer AS yang baru.

Jika masyarakat internasional tidak bertindak cepat untuk meningkatkan tekanan pada Assad, senjata kimia Suriah dapat menyebar melampaui Suriah dan mungkin bahkan ke tepian AS, kata seorang pejabat kedua.

"Ini akan menyebar jika kita tidak melakukan sesuatu," pejabat tersebut memperingatkan.

Pejabat tersebut mengulangi pernyataan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson yang terakhir bahwa Rusia, sekutu Assad dalam perang sipil multi-kelompok di Suriah, bertanggung jawab atas kegagalan menerapkan larangan senjata kimia.

Rusia membantah terlibat, dan pemerintah Suriah telah mengatakan bahwa mereka tidak melakukan serangan apapun.

Baru-baru ini, pejabat Barat mencurigai pemerintah Suriah melakukan serangan gas klorin di daerah kantong pemberontak di timur Damaskus pekan lalu yang membuat sedikitnya 13 orang sakit.

Pejabat AS juga mengatakan bahwa militan ISIS telah menggunakan senjata kimia seperti mustard sulfur dan klorin serta telah menggunakan alat peledak rakitan untuk mengirimkan bahan kimia tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Apakah Amerika Serikat...
Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya
Rudal Hantam Pangkalan...
Rudal Hantam Pangkalan Militer Amerika Serikat di Suriah
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
17 menit yang lalu
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
1 jam yang lalu
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
6 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
7 jam yang lalu
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
8 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved