India dan Jepang Bakal Terapkan Kecerdasan Buatan di Pertahanan

Rabu, 24 Januari 2018 - 01:51 WIB
India dan Jepang Bakal...
India dan Jepang Bakal Terapkan Kecerdasan Buatan di Pertahanan
A A A
NEW DELHI - India dan Jepang akan bekerja sama untuk mengenalkan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan robotika di sektor pertahanan. Salah satu tujuannya untuk membendung ambisi regional China dan ancaman nuklir Korea Utara (Korut).

Rencana itu diungkap Kentaro Sonoura, Penasihat Keamanan Nasional Perdana Menteri Jepang (PM) Shinzo Abe dalam wawancaranya dengan Times of India. ”Anda harus berharap dapat melihat peningkatan kerja sama bilateral di antara kami untuk mengembangkan kendaraan darat tak berawak (UGV) dan robotika,” katanya.

Langkah tersebut mengikuti kesuksesan ratifikasi kesepakatan nuklir sipil Indo-Jepang oleh parlemen Jepang pada akhir 2017.

Kedua negara telah meluncurkan sebuah kelompok kerja untuk kerja sama antarperusahaan nuklir. ”Niat Jepang adalah memulai dengan cepat, mungkin sampai akhir bulan ini,” kata Sonoura.

Ada ketegangan yang semakin meningkat di wilayah Asia-Pasifik karena meningkatnya latihan militer oleh AS dan China, serta ambisi ekonomi terakhir, terutama di proyek New Silk Road.

”Kita perlu berbagi pentingnya aturan hukum dan kebebasan navigasi di antara negara-negara yang terkait. Langkah selanjutnya adalah pembangunan infrastruktur berdasarkan standar global, sehingga konektivitas antarnegara meningkat,” ujar Sonoura, yang dilansir Rabu (24/1/2018).

Pekerjaan itu sudah dimulai di balik layar, tapi kedua negara akan mulai berbagi penelitian.

”Tujuannya adalah untuk melengkapi angkatan bersenjata kita dengan sistem yang mandiri, mudah beradaptasi dan toleransi terhadap kesalahan,” kata sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya dari Center for Artificial Intelligence (CAIR) India kepada International Business Times.

Selain upaya kerja sama internasional dengan sekutu Jepang, India juga akan meluncurkan tahap kedua kampanye ”Make in India” bulan depan dengan fokus khusus pada robotika, AI, genomik, dan penyimpanan energi.

China dan India telah berseteru dalam beberapa bulan terakhir terkait sengketa teritorial di wilayah pegunungan Himalaya. India menegaskan daerah itu milik sekutunya, Bhutan. Sedangkan China tetap menggelar latihan tembak di sana.
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Murka Jepang...
Korea Utara Murka Jepang Buang Air Limbah Nuklir Fukushima: Kejahatan terhadap Kemanusiaan!
Jepang dan AS Bakal...
Jepang dan AS Bakal Bahas Penggunaan Senjata Nuklir untuk Melawan China-Korut
Khawatir Ancaman China...
Khawatir Ancaman China dan Korut, Jepang Beri Tambahan Anggaran untuk Militer
Lawan China-Korut, Jepang-AS...
Lawan China-Korut, Jepang-AS akan Bahas Penggunaan Senjata Nuklir
Jepang Tak Bisa Menerima...
Jepang Tak Bisa Menerima Korut Jadi Negara Nuklir
Jepang Berambisi Memiliki...
Jepang Berambisi Memiliki Senjata Nuklir, Korea Utara: Harus Dicegah dengan Segala Cara
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
1 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
2 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
2 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
2 jam yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
3 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved