Korsel: Kapal Tanker Iran Bisa Terbakar Selama Satu Bulan

Rabu, 10 Januari 2018 - 10:56 WIB
Korsel: Kapal Tanker...
Korsel: Kapal Tanker Iran Bisa Terbakar Selama Satu Bulan
A A A
SEOUL - Kapal tangker minyak Iran yang tabrakan dengan kapal barang di Laut China Timur bisa terbakar di selama satu bulan. Hal itu dikatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan (Korsel). Saat ini, api masih berkobar untuk hari yang keempat setelah insiden tabrakan terjadi.

Puluhan kapal penyelamat harus berhadapan dengan angin kencang, ombak tinggi dan asap beracun untuk menyisir area seluas 900 meter persegi untuk 31 pelaut yang hilang dan menjinakkan api, di tengah kekhawatiran bahwa kapal tersebut dapat meledak atau tenggelam.

"Kami percaya api akan berlangsung selama dua minggu atau satu bulan mengingat kasus kecelakaan tangki minyak sebelumnya," kata pejabat Park Sung-dong.

"Yang kami khawatirkan saat ini adalah bahan bakar bunker, yang bisa mencemari air jika kapal tenggelam," kata pejabat kementerian tersebut seperti dikutip dari Reuters, Rabu (10/1/2018).

Kapal tanker Sanchi (IMO: 9356608), yang dijalankan oleh operator pelayaran minyak Iran, National Iranian Tanker Co, bertabrakan pada hari Sabtu dengan CF Crystal (IMO: 9497050), membawa gandum dari Amerika Serikat, sekitar 160 mil laut (300 km) lepas pantai China dekat Shanghai.

Sanchi membawa 136.000 ton kondensat, minyak mentah ultra-ringan yang sangat mudah terbakar dan ke Korea Selatan (Korsel), setara dengan sekitar 1 juta barel dan bernilai sekitar USD60 juta.

Baca juga:
Tabrakan Kapal Iran, Satu Korban Terpanggang, Puluhan Hilang


Pemerintah China mengatakan Selasa malam bahwa pihaknya tidak menemukan kebocoran minyak "berskala besar", dan kondensat terbakar atau menguap begitu cepat sehingga meninggalkan residu kecil - kurang dari 1 persen - dalam waktu lima jam setelah tumpahan. Pernyataan itu mengurangi kemungkinan lapisan minyak mentah.

Meski begitu, kondensat sangat mudah menguap saat terkena udara dan air dan kekhawatiran tumbuh kapal tanker bisa meledak dan tenggelam. Pejabat kementerian tersebut mengatakan pihak berwenang menduga kapal tanker tersebut terbakar begitu menabrak kapal barang yang membawa gandum.

Park mengatakan tidak mungkin minyak tersebut akan menyebar ke Korsel saat ini karena kapal tanker tersebut telah bergerak sejauh 100 kilometer ke arah tenggara.
(ian)
Berita Terkait
Realisasi Investasi,...
Realisasi Investasi, China-Korea Selatan Investasikan Rp80 Triliun
Bagaimana Jepang, Korea...
Bagaimana Jepang, Korea Selatan dan Taiwan Tanggapi Pertemuan Trump-Xi?
Iran Desak Korsel Tidak...
Iran Desak Korsel Tidak Politisasi Penyitaan Kapal Tanker
Korea Selatan: China-Rusia...
Korea Selatan: China-Rusia Kunci Denuklirisasi Korea Utara
Korea Selatan Desak...
Korea Selatan Desak China Bantu 'Jinakkan' Korea Utara
China Bantah Pesawat...
China Bantah Pesawat Tempurnya Terabas Ruang Udara Korsel
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
1 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
3 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 jam yang lalu
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved