Pakistan Tindak Tegas Teroris, AS Akan Pulihkan Bantuan Militer

Minggu, 07 Januari 2018 - 02:03 WIB
Pakistan Tindak Tegas...
Pakistan Tindak Tegas Teroris, AS Akan Pulihkan Bantuan Militer
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) akan mengembalikan bantuan keamanan ke Pakistan jika melihat tindakan "menentukan" terhadap kelompok-kelompok teror termasuk jaringan Taliban dan Haqqani. Demikian pernyataan Menteri Pertahanan AS James Mattis.

"Kami masih bekerja dengan Pakistan, dan kami akan memulihkan bantuan jika kami melihat gerakan tegas terhadap para teroris, yang merupakan ancaman besar terhadap Pakistan karena mereka melawan kami," kata Mattis seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (7/1/2018).

Pernyataan ini dikeluarkan Mattis sehari setelah pemerintah Trump mengumumkan akan mencabut bantuan keamanan ke Islamabad.

Pada hari Kamis, juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert mengumumkan bahwa hampir semua bantuan ke Pakistan akan dicabut setelah menuduh negara tersebut menyediakan tempat yang aman bagi para teroris yang berperang di Afghanistan. Bantuan ini mencakup USD255 juta dana militer asing untuk tahun fiskal 2016 sebagaimana diamanatkan oleh Kongres.

"Saya pikir banyak dari Anda sadar bahwa Pakistan telah kehilangan lebih banyak tentara - secara total daripada NATO, pasukan gabungan dalam perang melawan teroris," ujar Mattis.

"Tapi, kami memiliki perselisihan pendapat, ketidaksepakatan yang kuat mengenai beberapa masalah, dan kami sedang mengerjakannya," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah dia khawatir bahwa pasokan militer ke AS dan pasukan koalisi, yang diangkut dengan truk melalui Pakistan, akan terpengaruh oleh hubungan yang memburuk, Mattis mengatakan: "Tidak, saya tidak peduli dengan itu."

Ketegangan antara Washington dan Islamabad telah meningkat sejak Trump men-tweet pada hari Senin bahwa AS telah "dengan bodohnya" memberikan miliaran dolar bantuan ke Pakistan.

Selain itu, AS juga menempatkan Pakistan dalam daftar perhatian khusus untuk pelanggaran berat kebebasan beragama.

Pakistan menolak langkah AS dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tenggat waktu yang sewenang-wenang, pernyataan sepihak dan mengubah situasi secara tidak adil kontra-produktif dalam menghadapi ancaman umum.
(ian)
Berita Terkait
PM Pakistan Tegaskan...
PM Pakistan Tegaskan Tidak akan Izinkan AS Bangun Pangkalan Militer di Negaranya
AS Minta Bantuan Pakistan...
AS Minta Bantuan Pakistan Dalam Proses Perdamaian Afghanistan
Dinilai Masih Jadi Sarang...
Dinilai Masih Jadi 'Sarang' Teroris, AS Tetap Tangguhkan Bantuan Keamanan pada Pakistan
Mengapa AS Cemburu dengan...
Mengapa AS Cemburu dengan Pakistan yang Mampu Kembangkan Rudal Canggih?
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Terungkap, India dan...
Terungkap, India dan Pakistan Nyaris Perang Nuklir
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
10 menit yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
43 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
1 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
2 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved