AS Manfaatkan Situasi Iran untuk Hancurkan Kesepakatan Nuklir

Kamis, 04 Januari 2018 - 23:09 WIB
AS Manfaatkan Situasi...
AS Manfaatkan Situasi Iran untuk Hancurkan Kesepakatan Nuklir
A A A
MOSKOW - Rusia memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran. Rusia pun menyalahkan AS karena menggunakan situasi di negara itu untuk merusak dan menghancurkan kesepakatan nuklir.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam pendekatan Washington yang "merusak" terhadap kesepakatan tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, menuduh AS menggunakan situasi di Iran, yang telah dicengkeram oleh demonstrasi kekerasan selama sepekan terakhir, sebagai alasan untuk merongrong kesepakatan nuklir tersebut.

"Situasi saat ini, ketika Washington jatuh ke dalam godaan untuk menggunakan momen tersebut untuk mengemukakan isu baru mengenai JCPOA, menunjukkan usaha yang disengaja untuk melemahkan dan menghancurkan komitmen masyarakat internasional terhadap JCPOA," kata Ryabkov.

JCPOA adalah akronim dari Joint Comprehensive Plan of Action, kesepakatan nuklir internasional yang ditandatangani oleh Iran dan kekuatan dunia pada 2015 lalu di Wina, Austria. Sesuai kesepakatan itu, sejumlah sanksi ekonomi terhadap Iran dicabut dengan imbalan aktivitas nuklir Iran dibatasi.

Ryabkov lantas menekankan bahwa apa yang sedang terjadi di Iran adalah masalah dalam negeri, dan mendesak AS untuk menahan diri dari campur tangan.

Diplomat berusia 57 tahun itu juga mengingatkan AS bahwa prakarsa P5+1 bukan kesepakatan bilateral, namun hasil perundingan yang sulit dan panjang yang tidak dapat diubah secara sepihak.

"Ini adalah pendekatan destruktif untuk mengambil alih secara sewenang-wenang dari total paket yang sesuai dengan kebutuhan Amerika dan menuntut untuk mengubah ketentuan yang orang Amerika tidak puas dengan alasan yang tidak diketahui," ujar Ryabkov seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (4/1/2018).

Ia lantas memperingatkan bahwa pendekatan semacam itu bisa merusak keseluruhan kesepakatan, yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya.

Sementara AS terus menimbulkan ketegangan, dengan utusan AS untuk PBB Nikki Hayley berjanji untuk menyerukan sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB, Rusia mengingatkan AS bahwa tugas badan internasional tersebut adalah untuk mengawasi keamanan dan perdamaian internasional, namun tidak kebijakan internal sebuah.

Ini bukan pertama kalinya kementerian luar negeri Rusia mengecam retorika garis keras AS terhadap Iran. Awal pekan ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Maria Zakharova menyarankan AS untuk mengingat pengalamannya sendiri dalam "memadamkan demonstrasi," termasuk penangkapan massal dan tindakan keras terhadap gerakan dan operasi Pendudukan Wall Street melawan pemrotes di Ferguson, Missouri.

Beberapa sekutu NATO AS, Prancis dan Turki, tidak mendukung posisi Washington dalam demonstrasi yang sedang berlangsung di Iran. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan kepada AS bahwa retorika yang bermusuhan dapat menyebabkan perang. Sementara juru bicara pemimpin Turki, Ibrahim Kalin, juga menggemakan posisi ini dan memperingatkan pihak luar terhadap campur tangan dalam urusan dalam negeri Iran.
(ian)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Rusia: AS Tidak Akan...
Rusia: AS Tidak Akan Berhasil Perpanjang Embargo Senjata Iran
Lavrov: AS-Iran Harus...
Lavrov: AS-Iran Harus Ciptakan Langkah Seirama untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir
Rusia Kecam AS karena...
Rusia Kecam AS karena Lontarkan Ancaman pada Iran Soal Nuklir
Rusia Desak AS Bertindak...
Rusia Desak AS Bertindak Lebih Aktif untuk Bantu Hidupkan Kembali Kesepakatan Nuklir Iran
AS Terkucil, Negara...
AS Terkucil, Negara Peserta Perjanjian Nuklir Iran Bertemu di Wina
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
4 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
4 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
5 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
6 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
7 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
8 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved